Friday, 16 November 2018

Rumah Mewah Dibobol Maling, Brankas 150 Kg Dibawa Kabur

Rabu, 12 September 2018 — 1:20 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

TANGERANG  – Rumah mewah   di Jalan Sektor 14, Ciledug, Kota Tangerang dibobol komplotan maling.  Brankas seberat 150 Kg berisi uang, emas dan berlian senilai miliaran rupiah digondol kawanan pencoleng.

Kawanan pencuri  diperkirakan lebih dari lima orang dan menggunakan mobil. Sebab, untuk menggotong brankas seberat 150 Kg dengan tinggi dan lebar 1 meter itu membutuhkan banyak orang.

“Komplotan ini masuk ke dalam rumah dari pintu depan dengan menjebol teralis besi dan mencongkel pintu pakai linggis,” ungkap Kapolsek Ciledug Kompol Supiyanto, Selasa (11/9/2018)

Mengutip keterangan korban Harijadi, 68,   kapolsek mengatakan, saat kejadian, Harijadi bersama seluruh anggota keluarganya sedang bepergian.

“Mereka meninggalkan rumah Minggu (9/9) pagi. Saat kembali, Senin malam (10/9) pintu depan sudah dijebol, sedangkan kamera pengawas CCTV di depan rumah dirusak” katanya.

Pensiunan ini  bersama anggota keluarganya ini  kaget. Mereka masuk ke rumah dan memeriksa seluruh ruangan. Di kamar anak Harijadi berantakan dengan teralis pintu dirusak. Namun, di kamar itu tidak ada barang yang hilang. “Padahal di kamar anaknya  itu ada laptop yang tergeletak  di atas meja.,” ucap Kapolsek.

Setelah merusak teralis besi pintu kamar anak Harijadi, kawanan maling  masuk ke kamar Harijadi. Di kamar ini, para pencoleng itu  merusak  brankas ukuran besar.

Diduga kesulitan, brankas seberat 150 Kg digotong ke mobil pelaku. “Brankas disimpan di dalam lemari lalu diangkut beramai-ramai ke mobil,” ujarnya.

PERHIASAN

Masih mengutip keterangan Harijadi, Kapolsek mengungkapkan,   brankas  itu  berisi surat-surat penting, intan, berlian, dan perhiasan emas. “Nilanya miliaran rupiah, karena jumlah  perhiasannya lebih dari 130 Kg. Selain brankas, para pelaku juga membawa uang tunai  Rp18 juta,” terangnya.

Diduga kuat pelaku orang dekat,  karena   sudah paham detail ruang rumah korban. “Karena kalau orang luar tidak mungkin tahu tempat penyimpanan brankas. Kamar itu sangat jarang dibuka dan selalu terkunci rapat,” ucapnya.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. “Hardisk kamera CCTV sudah kami periksa, ternyata rekamannya sudah dihapus pelaku.” papar Kapolsek.

Ketua RW 010 Ali Andi mengatakan, saat kejadian warga di lingkungan itu  sedang fokus dengan kegiatan 1 Muharam di Mesjid Darussaadah. Alhasil pelaku yang tahu kondisi sekitarnya  bergerak leluasa.

Ali menjelaskan, beberapa tahun silam, rumah ini juga pernah kemalingan.  “Warga juga telah meningkatkan keamanan  dengan berjaga malam dan menyiapkan Pos Kamling dan ronda malam,” tuturnya. (*/iw/st)