Tuesday, 13 November 2018

Sopir Bus Maut Bakal Jalani Operasi Patah Tulang

Rabu, 12 September 2018 — 18:25 WIB
Sopir Bus Maut Bakal Jalani Operasi Patah Tulang

Sopir Bus Maut Bakal Jalani Operasi Patah Tulang

SUKABUMI – M. Adam (26), sopir bus maut yang merenggut nyawa 21 penumpang, akan menjalani operasi patah tulang di Rumah Sakit Bhayangkara Stukpa Polri, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Adam merupakan kernet yang mengemudikan bus berpenumpang 38 orang hingga masuk jurang di jalan alternatif Cikidang, Sukabumi.

Sebelumnya, warga Kelurahan Curug Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat ini menjalani perawatan medis di RSUD Pelabuhan Ratu. Dia dirujuk ke RS Bhayangkara Stukpa Polri, Rabu (12/9/2018).

Kini dia dirawat di Ruang Tulip dengan penjagaan polisi bersenjata lengkap. Dia mengalami patah tulang di dua bagian lengan yakni tulang humerus di bahu dan tulang siku kanannya.

Penanggungjawab Instalasi Gawat Darurat (IGD) Secapa RS Bhayangkara Stukpa Polri, Dr Maria Ulfa Nasution menerangkan, secara fisik kondisi pasien stabil, namun masih terlihat trauma dan kaku kalau ditanya.

“Sore ini, pasien rencananya akan dioperasi. Jadi saat ini pasien begitu tiba sekira pukul 11.00 WIB tengah puasa,” ungkapnya.

Menurut Maria, pasien akan menjalani operasi pemasangan plat di kedua tulang patah, yakni tangan sebelah kanan bagian atas sama bagian bawah lengan sebelah kanannya saja.

Diketahui, Adam merupakan sopir pengganti sopir utama, Jahidi alias Buyung mulai Simpang Cikidang karena mengantuk, Sabtu (8/9/2018).

Bus masuk jurang di Cikidang, Sukabumi. Sebanyak 21 orang tewas. (sule)

Sedari awal dia sudah merasakan kondisi bus bermasalah. Ketika di lokasi kecelakaan, di turunan Letter S remnya tiba-tiba blong. Dia mengaku sudah berupaya memperlambat laju bus dengan membanting gigi ke posisi rendah dan menarik rem tangan. Apes, upayanya gagal dan dia membanting ke kanan karena di sebelah kirinya ada sepeda motor.

“Mulai Simpang saya gantikan sopir karena dia ngantuk. Rem tak berfungsi saat memasuki turunan di sekitar TKP. Sudah oper gigi dan rem tangan agar berhenti, namun tak berhasil akhirnya masuk jurang,” terang Adam.

Setelah masuk jurang, dalam kondisi terluka dia bergegas meninggalkan bus dengan alasan dihantui rasa takut dan ingin mencari air minum. Hingga akhirnya dia terjatuh dan pingsan di pinggiran sungai sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.

Dia ditemukan warga kemudian dibawa polisi ke RSUD Pelabuhan Ratu untuk mendapatkan perawatan intensif, Minggu (09/09/2018) siang.

“Saya nggak kabur. Saya hanya cari minum ke rumah warga. Saya terjatuh di pinggir sungai, selama semalam tidak ingat apa-apa,” akunya. (sule/b)