Tuesday, 20 November 2018

Turis Polandia Ditahan Polda, Diduga Terlibat Makar dan Penyelundupan Senjata di Papua

Rabu, 12 September 2018 — 10:33 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Turis berkewarganegaan Polandia, Jakub Fabian Skrzpski, ditangkap aparat keamanan karena diduga terlibat aksi makar bersama warga Papua Simon Magal.

Skrzypski juga diduga terlibat konspirasi penyelundupan senjata untuk kelompok separatis di Papua. Dia ditangkap pada 26 Agustus silam di timur Papua bersama tiga warga lokal.

“Dia (Skrzypski) didakwa makar,” kata Juru Bicara Polda Papua, Ahmad Musthofa Kamal, seperti dilansir Reuters, Selasa (11/9/2018).

Polisi menduga Skrzypski masuk ke Indonesia dengan visa wisata dan mendiskusikan penjualan senjata dengan seorang pemimpin kelompok pemberontak yang bersembunyi di Papua Nugini.

Hingga Senin (10/09), Jakub masih mendekam di rumah tahanan Polda Papua, Telepon genggam miliknya dikatakan sebagai bukti permulaan kasus makar.

Ahmad Musthofa Kamal, menjelaskan selain ponsel milik tersangka, polisi juga mencurigai adanya transaksi elektronik yang dilakukan oleh Skrzpski. Dugaan rangkaian transaksi elektronik ini masih ditelusuri polisi.

Ahmad Musthofa mengatakan Jakub Fabian Skrzpski dan Simon Magal berkenalan pertama kalinya melalui seseorang di Facebook tiga tahun lalu.

Kepala Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, perwakilan Papua, Fritz Ramandey, mengatakan  Skrzpski meminta pendampingan dari Kedutaan Besar Polandia dan pengacara.

Ramandey mengatakan dalam ponsel itu terdapatlah beberapa foto yang dicurigai sebagai tindakan makar.

Polisi menangkap Simon Magal berdasar transkrip percakapan di ponsel milik Jakub.

“Sejak awal ditanya, ia meyakinkan bahwa dirinya bukan teroris, berkali-kali” kata Fritz Ramandey usai menemui Jakub Skrzpski.

Skrzpski sempat mengeluh tentang ruangan yang pengap asap rokok karena dirinya berada di dalam sel penjara bersama tiga orang lainnya, kata Fritz Ramandey.

Di luar masalah asap rokok, polisi “telah memenuhi hak-hak Skrzpski” sebagai tersangka, katanya.

Tindakan Makar di Indonesia diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 106, Pasal 108 ayat (2) jo Pasal 53 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 dengan ancaman pidana seumur hidup atau sekurang-kurangnya 20 tahun penjara.(tri)