Thursday, 15 November 2018

Warga Depok Ramai-ramai Menolak Pembangunan Taman

Rabu, 12 September 2018 — 7:44 WIB
Kondisi lapangan Pirus Permata Depok yang bakal dibangun taman Kel. Pondok Jaya. (anton)

Kondisi lapangan Pirus Permata Depok yang bakal dibangun taman Kel. Pondok Jaya. (anton)

DEPOK – Warga di RW 07, Perumahan Pirus Permata Depok, Kelurahan Pondok Jaya, Sukmajyam Depok, Jawa Barar keberatan atas pembangunan taman senilai Rp 1,5 miliar. Mereka lebih memilih normalisasi saluran air bukan membuat taman.

“Warga sepakat menolak rencana pembangunan taman di Lapangan Pirus ,” kata Yatno, warga RT 010/07, Kel. Pondok Jaya, Sukmajaya, Selasa (11/9/2018).

Penolakan itu dilakukan dengan membuat surat pernyataan yang ditandata-tangani sekitar 130 kepala keluarga dan berharap pihak jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok tidak memaksakan kehendak untuk pembangunan taman tersebut.

Taman di lingkungan mereka sudah cukup banyak. Mereka selama lima tahun belakangan justru mengusulkan normalisasi saluran air antisipasi banjir saat hujan bukan membangun taman baru.

Keberatan warga Perumahan Pirus Permata Depok, juga terjadi di Perumnas Depok Utara. Warga menolak pembangunan taman di lahan lapangan sepakbola Jalan Jawa dengan nilia sekitar Rp 1,5 miliar dengan alasan sebagai lahan resapan air, jogging trak dan lainnya.

Rencana itu sama sekali tidak ada sosialisasi. Memang pihak kelurahan sempat mengundang sekitar enam orang warga sekitar tapi tentunya tidak mewakili warga dan mendadak disodori gambar atau site plan masalah taman yang akan dibangun.

“Harusnya pembangunan untuk fasilitas umum ada persetujuan warga sekitar tidak main bangun saja. Terlebih warga sempat juga menanyakan masalah itu ke Kepala DLHK Ety Suharyati dan menyatakan kalau tidak ada persetujuan dari warga tidak dilanjutkan,” tuturnya.

SALURAN AIR BUKAN TAMAN

Adi, warga lainnya, yang mengatakan informasi adanya surat persetujuan warga yang sudah ditandatangani berkaitan pembangunan Taman Pirus sama sekali tidak benar. “Apalagi yang setuju dibangun taman tempat tinggal jauh dari lokasi sekitar taman tersebut,” ujarnya kecewa.

Lebih parah lagi, imbuh bapak dua anak ini, usulan warga di kawasan Perumahan Pirus Permata Depok sejak lima tahun lalu adalah memperbaiki gorong-gorong atau saluran air antisipasi banjir lokal saat hujan bukan membuat taman. “Normalisasi saluran air yang diminta ke Pemkot Depok hampir setiap tahun usulan selama lima tahun ini tapi tidak pernah ada malah yang ada rencananya membangun taman,” tuturnya geleng kepala.

Sedangkan, Kepala DLHK Depok Ety Suharyati, mengatakan pembangunan taman tersebut merupakan program pembangunan taman di 63 kelurahan dan tidak hanya di Kelurahan Pondok Jaya saja tapi juga Kelurahan Beji, di lapangan Jalan Jawa juga akan dibangun.

“Untuk penolakan warga pihaknya tentunya akan menanyakan masalah itu ke kelurahan setempat,” tuturnya. (anton/b)