Wednesday, 19 September 2018

Kapolsek Ini Dijuluki ‘Bang Toyib’

Kamis, 13 September 2018 — 2:12 WIB
Kapolsek Kramatjati Kompol Nurdin Ar Rahman. (ifand)

Kapolsek Kramatjati Kompol Nurdin Ar Rahman. (ifand)

KRAMATJATI dikenal dengan kawasan yang masih kental dengan kebudayaan Betawi seperti di wilayah Condet, Jakarta Timur. Bukan hanya itu, daerah ini juga sangat agamis, sehingga pimpinan Polri menempatkan anggota pilihan sebagai kapolseknya.

Tugas dan tanggung jawab berat itu pun dipercayakan Kompol Nurdin Ar Rahman. Dia ditunjuk sebagai Kapolsek Kramatjati.

Perwira dengan pangkat melati satu diberi tugas utama untuk memberikan rasa aman, nyaman dan kondusif di daerah yang terkenal dengan kawasan Condet itu. Belum genap setahun, Kompol Nurdin mengemban tugas, ia terbilang memberikan sedikit perubahan bagi warga.

Pendekatan yang dilakukannya berbeda saat dia menjabat Kapolsek Makasar dan Tebet. “Di wilayah Kramatjati, masyarakat sangat Islami, makanya pendekatan agamis kami nomor satukan,” katanya, kemarin.

Salah satunya melakukan sambang religi. Pendekatan cara ini, dinilai sebagai cara yang paling efektif untuk mendekatkan diri dengan tokoh agama dan masyarakat sekitar.

Hal itu pun, dia tekankan kepada seluruh anak buahnya. “Yang polisi bukan hanya saya saja, tapi anggota juga, sebab itu agar lebih dekat dengan masyarakat, mereka saya perintahkan melakukan pendekatan secara agamis,” ujarnya.

Dalam sambang religi, Kompol Nurdin menciptakan program patroli singgah ke masjid-masjid.

Dalam setiap patroli, dia memerintahkan kepada seluruh anggotanya untuk berhenti di mesjid yang dilewati. Bila belum masuak salat, anggota diminta berbaur dengan warga di sekitar tempat ibadah itu. Bila masuk salat, diwajibkan menunaikan salat berjamaah.
“Usai salat, sampaikan pesan Kamtibmas ke jemaah seputar perkembangan kejahatan sekaligus meminimalisir tindak kriminal,” ungkapnya.

JARANG PULANG

Nurdin menyebut, melalui kegiatan itu, warga akan merasa sangat dekat dengan polisi yang bertugas di wilayahnya. Dari kedekatan ini, pastinya berbagai laporan dari warga akan sampai dengan cepat karena keakraban itu.

“Dengan jemput bola, kami bisa saling kenal dan memudahkan antisipasi keamanan,” terangnya.

Demi memuluskan program kerjanya itu, Kompol Nurdin jarang pulang ke rumahnya. Bapak dua anak ini seperti ‘Bang Toyib’, lantaran jarang berkumpul dengan istri dan anaknya. Julukan ini pun melekat di kalangan warga dan anak buahnya. “Kalau tidur di rumah, malamnya tak bisa kumpul dengan warga,” ucapnya

Bila sudah sambang dengan masyarakat, paling cepat tiba di rumahnya pk. 03:00 pagi. “Tanggung, paginya sudah apel, lebih baik tidur di komando,” ujarnya memberi alasan.

Sisi positif lainnya, bila tidur di mapolsek, dia dapat melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama anak buahnya. “Selain itu pelayanan untuk warga bisa maksimal, karena saya bisa memantau anggota secara langsung,” pungkasnya. (ifand/iw)