Monday, 24 September 2018

Koalisi Militer Amerika Lancarkan ‘Serangan Penghabisan’ ke Kawasan ISIS di Suriah

Kamis, 13 September 2018 — 5:27 WIB
Aliansi milisi dukungan Amerika mulai melancarkan 'serangan penghabisan'.

Aliansi milisi dukungan Amerika mulai melancarkan 'serangan penghabisan'.

SURIAH– Aliansi milisi dukungan Amerika mulai melancarkan ‘serangan penghabisan’ yang dikatakan sebagai tahap akhir dari operasi menumpas kelompok Negara Islam (ISIS) dari Suriah timur laut.

Pasukan Demokrat Suriah melancarkan serangan darat pada hari Senin (10/09) terhadap militan jihadis di sekitar Hajin, kota di Lembah Sungai Eufrat Tengah.

Koalisi internasional yang mendukung pejuang Kurdi dan Arab mengatakan mereka memperkirakan terjadinya ‘pertempuran sengit’.

Beberapa waktu lalu, AS memperkirakan bahwa ISIS masih memiliki sekitar 14.000 milisi di Suriah.

Sebagian besar diyakini berada di kawasan yang membentang ke timur dari sungai Eufrat ke perbatasan dengan Irak, sekitar 25 km dari Hajin, dan di daerah gurun di selatan dan Afghanistan tengah.

Antara 15.500 hingga 17.100 milisi diperkirakan berbasis di Irak, kendati ISIS tidak lagi sepenuhnya menguasai wilayah mana pun. Banyak pula yang bersembunyi di padang pasir barat yang luas.

Pada puncaknya tahun 2014, ISIS mendirikan ‘kekhalifahan’, yang membentang di sebagian Suriah dan Irak hingga luasnya hampir sama dengan Inggris dan memerintah lebih dari 7,7 juta orang.

Petempur SDF melancarkan operasi untuk mengusir ‘sisa-sisa’ ISIS dari Hajin dan desa yang masih dikuasai ISIS di Provinsi Deir al-Zour setelah merebut daerah Baghuz dan Dashisha selama empat bulan terakhir.

Seorang komandan SDF yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidaknya 15 milisi ISIS tewas pada hari pertama serangan Hajin.

“Bentrokan akan sengit di Hajin karena Daesh (ISIS) telah memperkuat posisi mereka, tetapi kami akan merebut (daerah itu),” tambah sang komandan.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa serangan udara, tembakan artileri dan serangan darat terhadap ISIS kali ini adalah yang terberat sejak beberapa bulan.

SDF juga membangaun koridor kemanusiaan bagi warga sipil untuk melarikan diri dari Hajin, katanya.

“Pasukan Demokrat Suriah yang multietnis tetap berkomitmen untuk membebaskan rakyat Suriah timur laut dari kendali ISIS dan mengakhiri penderitaan rakyat di daerah itu,” kata Mayor Jenderal Patrick Roberson, komandan Satgas Gabungan Operasi Khusus koalisi pimpinan AS.

“Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan SDF dan mitra lainnya untuk mempromosikan keamanan dan stabilitas regional yang akan memastikan kekalahan abadi ISIS.”

Bulan lalu ISIS merilis pesan audio yang konon merupakan pidato pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi. Dalam rekaman itu, ‘al-Baghdadi’ menyatakan bahwa khilafah akan ‘tegak berdiri’, dan “ISIS tidak semata terbatas di Hajin.”

Di mana lokasi Baghdadi, tidak diketahui, tetapi seorang juru bicara koalisi mengatakan kepada AFP bahwa mereka yakin banyak pimpinan penting ISIS masih di Hajin.

Dalam perkembangan terpisah pada hari Selasa, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan setidaknya 21 milisi propemerintah tewas dalam serangan oleh militan ISIS di daerah Tulul al-Safa di Suweida, di barat daya negara itu.

Media pemerintah Suriah melaporkan bentrokan sengit di sana, dan mengatakan pesawat dan artileri pemerintah telah membom ‘tempat-tempat persembunyian’ ISIS, meneawskan atau melukai sejumlah milisi.(BBC)