Wednesday, 14 November 2018

Kwik Kian Gie Mendekat ke Prabowo, Nasdem: Hak Setiap Orang

Kamis, 13 September 2018 — 13:13 WIB
Kwik Kian Gie

Kwik Kian Gie

JAKARTA – Calon presiden (Capres) Prabowo Subianto menyebut Kwik Kian Gie akan menjadi penasihat ekonominya. Padahal enokom itu adalah kader Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mendukung Joko Widodo (Jokowi).

Kwik Kian Gie adalah Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri pada zaman Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurut Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Nasdem Johnny Plate, bila benar Kwik Kian Gie menjadi penasihat Prabowo maka hal itu termasuk hal yang baik.

“Yang kami lihat mudah-mudahan kehadiran Pak Kwik Kian Gie di sana bisa membantu menghadirkan gagasan-gagasan brilian di bidang ekonomi,” ujar Johnny di Jalan Cemara No. 19, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Sebab kata Johnny, sejumlah isu ekonomi yang diangkat kubu pesaing itu dianggapnya sebagai isu kecil. Ini juga berarti masih belum relevan dengan data yang ada. Karenanya ia berharap bergabungnya Kwik Kian Gie akan mampu mendorong terciptanya gagasan baru yang lebih baik.

Ia kemudian memberi contoh permasalahan kurangnya daya beli masyarakat. Padahal pada pemerintahan Jokowi ini sudah banyak program yang disediakan untuk mengatasi permasalahan ekonomi bagi masyarakat.

ekjen Partai NasDem Johnny Plate (kiri) dan Sekjen Partai Golkar Lodewijk PaulusSekjen Partai NasDem Johnny Plate (kiri) dan Sekjen Partai Golkar Lodewijk Paulus di Rumah Cemara, Jalan Cemara No. 19, Jakarta Pusat.(cw2)

“Kita berharap dengan tampilnya tokoh ekonom kita, justru gagasan di bidang ekonomi bagus ditampilkan. Kami menanti itu,” jelasnya.

Namun ia enggan berkomentar soal posisi Kwik Kian Gie yang masih menjadi kader PDIP namun memilih untuk menjadi penasihat ekonomi Prabowo.

“Hak setiap orang mengambil bagian. TKN tidak bisa megomentari, itu kewenangan unsur partai PDIP dan silahkan ditanyakan ke PDIP,” tambahnya.

“Tapi sebagai TKN kami sampaikan itu hal baik, dimana partisipasi tokoh-tokoh yang memahami masalah bangsa terlibat menyusun konsep-konsep dan visi besar Indonesia 2019-2024.” (cw2/yp)