Friday, 16 November 2018

Soal Mafia Tanah Ini Komentar Menteri Sofyan Djalil

Kamis, 13 September 2018 — 0:09 WIB
Sofyan Djalil

Sofyan Djalil

JAKARTA – Menteri Pertanahan Agraria dan Tata Ruang/Bidan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengakui praktek mafia tanah di beberapa daerah marak dilaporkan ke instansinya.

Namun dia menyebutkan praktik mafia tanah yang selama ini mengemuka ke publik sulit dibuktikan.

“Kita masih sulit membuktikan mafia tanah itu sampai kemudian itu menjadi kasus,” ujar Sofyan, Rabu (12/9).

Dia mencontohkan beberapa kasus, di Jakarta polisi telah menangkap sejumlah orang yang menggugat tanah milik Pemerintah Provinsi DKI.

“Mereka ada yang mengajak berpura-pura menjadi ahli waris lahan tersebut,” cerita Sofyan.

Sedangkan di Bekasi, juga ada mantan lurah, mantan pejabat yang membuat surat keterangan kepemilikan tanah, tapi semua itu dilakukan itu tidak benar.

Dikatakannya mafia tanah baru bisa terungkap ketika pelakunya ditangkap oleh kepolisian dan dilimpahkan ke kejaksaan hingga diadili di pengadilan.

Dikatakan Sofyan saat ini ada 8.000 kasus terkait masalah pertanahan diantaranya sengketa lahan dan pembebasan lahan.

engan digodoknya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Agraria pertanahan, diharapkan nantinya lahan untuk kepentingan umum tidak akan menjadi masalah, apabila seluruh tanah sudah didaftarkan.

“Undang-undang kita sekarang ini sudah terlalu tua, makanya di ajukan Rancangan Undang-Undang ke DPR untuk segera dibahas,” paparnya. (dwi/b)