Sunday, 23 September 2018

Warga Kejaren Tangsel Keluhkan Pembangunan Jalan Tol

Kamis, 13 September 2018 — 6:34 WIB
Truk mengakut tanah untuk proyek Jalan
Tol JORR II Kunciran – Serpong dikeluhkan warga. (anton)

Truk mengakut tanah untuk proyek Jalan Tol JORR II Kunciran – Serpong dikeluhkan warga. (anton)

TANGERANG – Warga Kampung Kejaren, Kelurahan Jelupang, Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan kegiatan pekerjaan Jalan Tol JORR II Kunciran Serpong karena sebagian rumah ada yang retak dan suara bising truk pengakut tanah hampir setiap hari lewat.

“Kami siap menjadi mediator untuk masalah keluhan masyarakat kaitan pembangunan jalan tol tersebut yang sampai saat ini tidak pernah kunjung ada di lapangan,” kata Ketua Harian Karang Taruna (KT) Kota Tangerang Selatan Bobby, Rabu (13/9/2018).

Komplain masyarakat sudah lama tejadi tapi dianggap angin lalu bahkan terkesan pihak pembangunan menilai tidak ada masalah di lapangan. Sedangkan warga di Kampung Kejaren, Jelupang sudah berulang kali meminta pengertian terhadap pembangunan proyek tersebut.

“Kami berharap ada perhatian serius dalam menanggani keluhan warga baik berupa konpensasi maupun sosialisasi terhadap warga sekitar sehingga tidak ada masalah dikemudian hari,” harapnya.

Nurdin, warga Kampung Kejaren, Jelupang, mengatakan sejak adanya pekerjaan pengerukan dan perataan tanah untuk proyek Jalan Tol JORR II Kunciran – Sepong sebagian tembok rumahnya retak-retak dan setiap hari terganggu suara bising truk pengakut tanah.

Koordinator Humas Waskita, Andriadi didampingi Tahir, mengatakan keluhan terhadap sejumlah rumah warga yang retak akibat getaran paku bumi saat pekerjaan Jalan Tol JORR II Kunciran – Serpong sudah dilakukan dengan memperbaiki dinding atau tembok yang retak.

“Pihaknya hanya memperbaiki kerusakan rumah saja jika untuk konpensasi tentunya tidak ada karena akan masuk ranah KPK,” tuturnya. (anton/b)