Saturday, 22 September 2018

Asrul Sani : Masa Erick Thohir Menangis?

Jumat, 14 September 2018 — 21:03 WIB
Wakil ketua TKN Arsul Sani, di Rumah Cemara, Jalan Cemara No. 19, Jakarta Pusat.(cw2)

Wakil ketua TKN Arsul Sani, di Rumah Cemara, Jalan Cemara No. 19, Jakarta Pusat.(cw2)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menanggapi pernyataan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno yang mengatakan kalau Erick Thohir sempat menangis ketika tahu Sandi akan mendampingi Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Arsul enggan memberikan komentar lebih jauh terkait pernyataan Sandi tersebut. Namun menurutnya, apa yang dikatakan Sandi mungkin saja benar adanya.

“Ya makanya harus ditanya ke Pak Erick, bener apa ga. Masa Pak Erick nangis gitu lah. Ya iya lah kalaupun sedih ketika ada di tempat berbeda, ya bisa saja,” ujar Arsul di Rumah Cemara, Jalan Cemara No. 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Ia menambahkan, bisa saja karena perbedaan pandangan politik dan berada di kubu yang bersebrangan membuat keduanya kemungkinan jadi jarang bertemu dan berkominukasi. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan tangis Erick pecah.

“Paling tidak sedihnya kalau biasanya bisa kapan aja ngopi, kalau ini kan jadi, gitu loh,” serunya.

Ia menilai, persahabatan yang terjalin antara Sandi tak mungkin hancur karena perbedaan pandangan politik saja. Terlebih kata Arsul, Erick sendiri menilai Pilpres ini sebagai suatu festival, bukan ajang pertarungan.

“Kita ingin tetap sebagai festival. Apakah yang dimaksud Pak Sandi memang untuk, katakanlah melecehkan atau menjatuhkan Pak Erick, saya ga pikir begitu. Mereka kan bersahabat gitu. Saya kira ga mungkin demi Pilpres merusak persahabtan yang sudah sekian puluh tahun lah,” jelas Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) tersebut.

Ketika ditanyakan alasan Erick mau bergabung dengan koalisi Jokowi – Ma’ruf bukan bergabung dengan Prabowo – Sandi, Arsul enggan berkomentar. “Ya harus ditanya ke Pak Ericknya nanti, saya ga bisa jawab seperti itu,” pungkasnya. (cw2/b)