Saturday, 22 September 2018

Badai Florence yang Mematikan Mulai Menghantam Carolina

Jumat, 14 September 2018 — 19:37 WIB
Seorang warga di kawasan New Bern, North Carolina, AS, sudah merasakan hujan dan genangan air pada 13 September 2018 akibat badai Florence.

Seorang warga di kawasan New Bern, North Carolina, AS, sudah merasakan hujan dan genangan air pada 13 September 2018 akibat badai Florence.

AMERIKA- Puluhan ribu rumah mengalami pemadaman listrik dan air laut mulai menggenangi sejumlah ruas jalan di pesisir Pantai Timur AS ketika Badai Florence mulai menghantam kawasan itu.

Badai Florence, yang disebut sebagai paling kuat di negara bagian North dan South Carolina selama hampir 30 tahun, bergerak menuju daratan dengan kecepatan angin 150km/jam secara berkelanjutan.

Pejabat setempat memperingatkan bahwa ‘Monster badai’ Florence dapat membahayakan jiwa “banyak orang” dan beresiko melahirkan “malapetaka” banjir bandang.

Otoritas terkait telah memerintahkan setidaknya satu juta orang untuk mengungsi ke wilayah yang dianggap aman.

Gubernur North Carolina, yang merupakan wilayah pertama terdampak badai ini, mengatakan kehadiran badai akan menjadi ujian “ketahanan, kerja tim, akal sehat, dan kesabaran” semua warganya.

“Badai mulai menyerang kita, tapi masih ada hari-hari berikutnya,” kata Roy Cooper, Gubernur North Carolina.

Diperkirakan wilayah North Carolina akan diterpa selama delapan bulan yang ditandai turunnya hujan setiap dua atau tiga hari.

Mengapa badai Florence berbahaya?

Kondisi mulai memburuk terjadi sepanjang hari Kamis. Beberapa wilayah di Carolina Utara mulai diguyur hujan yang berlangsung beberapa jam, dan permukaan laut mengalami kenaikan danm meluber ke daratan.

Pada l 23.00 waktu setempat, National Hurricane Center (NHC) mengatakan kecepatan angin sedikit menurun, sehingga Kategori badainya turun ke angka satu.

NHC mengatakan, walaupun ada penurunan kekuatan angin secara bertahap, badai ini tetap sangat berbahaya karena tingginya volume curah hujan dan gelombang badai.

“Banjir yang menghantam daratan telah membunuh banyak orang, dan sayangnya, itulah yang akan kita saksikan,” kata Brock Long, kepala Badan Manajemen Darurat Federal (Fema).

Dia mengatakan bahwa orang-orang yang tinggal di dekat sungai, di atas sungai dan dataran rendah di wilayah itu, merupakan yang paling beresiko.

Seberapa buruk dampak akibat badai Florence?

Ramalan cuaca terbaru menunjukkan bahwa badai melambat hingga nyaris berhenti setelah “hujan deras” melanda kawasan dari Kamis malam hingga Sabtu.

Kecepatan angin diperkirakan akan melemah hanya pada Sabtu, karena badai bergerak perlahan saat melintasi daratan.

Ahli meteorologi telah memperingatkan banjir kemungkinan naik hingga empat meter di beberapa wilayah.

Beberapa bagian di pantai Carolina kemungkinan akan dilanda hujan dengan ketinggian 50-75cm..

Lebih dari 100.000 rumah sudah mengalami pemadaman listrik, tetapi perusahaan listrik memperingatkan bahwa hingga tiga juta rumah dan kawasan bisnis dapat kehilangan daya.

Pejabat telah memperingatkan bahwa pemulihan listrik bisa memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.

Sementara itu, pompa bensin di wilayah tertentu di North Carolina mulai mengalami kekurangan pasokan.

Lebih dari 1.400 penerbangan telah dibatalkan, menurut FlightAware.com, karena sebagian besar bandara tergenang air akibat badai.

Tim SAR dari negara bagian lainnya di AS telah tiba untuk membantu upaya evakuasi.

Lebih dari satu juta orang telah diperintahkan untuk meninggalkan pantai Carolinas dan Virginia, dan lebih dari 12.000 orang dilaporkan telah mencari perlindungan di tempat penampungan darurat.

Monica Scott, seorang ibu muda yang membawa anak-anaknya ke tempat penampungan di North Carolina, mengatakan: “Kami tidak memiliki tempat untuk pulang atau bekerja.” (BBC)