Thursday, 15 November 2018

Begitulah Gotong Royong

Jumat, 14 September 2018 — 6:43 WIB
bakarin

PAGI itu warga di satu cluster, perumahan yang terletak di RT03/013, Kelurahan Gaga, Larangan, Tangerang, dibuat panik. Panik yang sangat luar biasa. Bayangkan saja ketika sebagian ibu-ibu sedang sibuk belanja sayuran di dekat rumah mereka, tiba-tiba ada teriakan; kebakaran, kebakaran, kebakaran!

Api memang sudah menjilat satu rumah. Untung sebagian warga, terutama lelaki yang kebetulan masih di rumah, langsung saja menyerbu membantu memadamkan api. Ya, memang dengan peralatan dan air seadanya, dan susah payah pula, api dapat dipadamkan. Jadi ketika petugas pemadam kebaran tiba, semua sudah teratasi.

Tidak ingin mempermasalahkan api dari mana datangnya, karena yang sering disebut sebagai biang keladi kebakaran adalah listrik, atau kompor meledak. Dari dulu itu, begitu-begitu terus. Ditambah juga karena hujan belum turun, sementara panas menyengat membuat apa pun mudah terbakar.

Tengok juga belakangan ini, hutan terbakar lagi. Itu juga karena ulah manusia yang membakar apa saja ketika membuka lahan, api dibiarkan berkobar merambat kemana-mana. Warga terdekatlah yang kena batunya. Terhalang asap atau juga lahan dan rumah mereka yang dekat hutan ikut terbakar.

Bukan juga ingin menyalahkan petugas pemadam, karena orang tahulah jika berbagai masalah kesulitan banyak ditemui di lapangan. Kebakaran hutan yang berkepanjangan, barangkali karena sarana yang tidak memadai.

Begitu juga di lingkungan permukiman, jalan yang pas-pasan sangat menghambat mobil pemadam masuk ke lokasi.

Nah, di sinilah peran masyarakat setempat yang harus secara suka rela berjuang sekuat tenaga, memadamkan api secara gotong royong. Kalau saja nggak ada warga yang turun tangan, maka jangan ditanya lagi jika banyak korban rumah yang ludes dimangsa si jago merah.
Salut untuk warga, yang tetap semangat bergotong royong! – massoes