Monday, 24 September 2018

Bongkar Sindikat Perdagangan Manusia

Jumat, 14 September 2018 — 4:50 WIB

PENYIKSAAN yang dialami ES, seorang TKW di Malaysia, menjadi pintu masuk Polri membongkar sindikat perdagangan manusia. Remaja berusia 16 tahun ini awalnya ditipu, diiming-imingi pekerjaan, ternyata dijual ke luar negeri. Semua dokumen menyangkut ES dipalsukan.

Kasus yang dialami ES sesungguhnya banyak dialami pekerja migran asal Indonesia di luar negeri. ES hanya satu dari ratusan warga Indonesia yang menjadi korban human trafficking. Biasanya, kasus baru terbongkar setelah jatuh korban. Belum hilang dari ingatan kita kasus kematian Adelina Sau, TKI yang tewas disiksa majikannya di Malaysia. Dia juga korban perdangan manusia.

Mereka tertipu oleh sindikat penyalur tenaga kerja ilegal, dijual ke luar negeri untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga, bahkan lebih miris lagi tak sedikit yang dijadikan pelacur. Muaranya adalah kemiskinan. Hidup miskin, butuh pekerjaan, hingga akhirnya masuk ke dalam perangkap penipu.

Terbongkarnya sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang telah mengirim pekerja-pekerja ilegal ke luar negeri, tak lepas dari keseriusan aparat lintas sektoral dalam mengusut kasus ini. Dimulai dari hilir, menginterogasi korban penyiksaan lalu menelusuri sindikatnya sampai ke hulu, komplotan tersebut bisa dibongkar.

Ini menunjukkan bahwa kasus-kasus human trafficking maupun child trafficking (perdagangan anak) bisa diusut bila ada keseriusan serta koordinasi yang kuat antara Polri, Kementerian Luar Negeri maupun Kedutaan Besar RI di negara tempat korban ditemukan. Meminimalisir kasus tersebut, langkah pencegahan dan aspek penegakan hukum harus dikuatkan.

Langkah pencegahan antara lain rutin dilakukan penyuluhan kepada masyarakat terutama di daerah supaya mereka waspada dengan iming-iming pekerjaan. Harus digarisbawahi, korban trafficking hampir semuanya berasal dari masyarakat golongan ekonomi lemah dan pendidikan minim.

Sedangkan aspek penegakan hukum, harapan masyarakat amat besar pada aparat penegak hukum untuk membongkar sindikat-sindikat lainnya yang menjadikan WNI sebagai sapi perahan, dengan¬ menjual mereka demi meraup keuntungan¬ sendiri. Mereka harus dihukum setimpal.

Namun problem utama penyebab terus terjadinya perdagangan manusia, adalah faktor kemiskinan. Bila rakyat makmur sejahtera, tak ada yang mau banting tulang, berpeluh dan bertaruh nyawa demi mengais rezeki di luar negeri. Ini adalah tanggung jawab negara.**