Friday, 16 November 2018

Jokowi Berharap Perempuan Indonesia jadi Ibu Bangsa

Jumat, 14 September 2018 — 22:22 WIB
Joko Widodo  membuka acara Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, Jumat petang (14/9).(ist

Joko Widodo membuka acara Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, Jumat petang (14/9).(ist

JAKARTA – Presiden Joko Widodo membuka acara Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, Jumat petang (14/9).

Presiden juga sekaligus membuka General Assembly International Council of Women ke-35. Dalam sambutannya, Jokowi berharap perempuan Indonesia menjadi Ibu bangsa.

Jokowi menjelaskan, Ibu Bangsa yang ia maksud adalah mereka yang mendidik anak-anak sebagai penerus masa depan bangsa, yang memperbaiki mentalitas bangsa, yang menjaga moral keluarga, yang menjaga alam untuk cucunya, serta yang menggerakkan ekonomi keluarga untuk masyarakat.

Presiden juga memuji peranan ibu dan kaum perempuan selama ini yang telah turut membangun bangsa. Indonesia memiliki banyak sekali tokoh perempuan yang menjadi inspirasi bangsa.

“Zaman dulu kita mengenal perempuan-perempuan pejuang kemerdekaan. Dari Laksamana Malahayati, Dewi Sartika, Ibu Kartini, Christina Martha Tiahahu, dan banyak lagi pahlawan-pahlawan perempuan kita,” kata Presiden.

Sementara di masa pembangunan kini, kiprah kaum perempuan juga dapat dirasakan dalam pemerintahan. Tercatat, saat ini, delapan pos menteri Kabinet Kerja diisi oleh kaum perempuan.

Kiprah perempuan juga dirasakan dalam perhelatan Asian Games 2018 lalu. Dari 31 medali emas yang diperoleh Indonesia, 12 medali disumbangkan oleh atlet perempuan Indonesia.

Sedangkan di Asian Para Games 2018 nanti, kiprah atlet perempuan kita juga patut dinanti. Meski memiliki keterbatasan dalam fisik, dengan semangat srikandi, hal itu tak sampai menghalangi mereka untuk tetap mengukir prestasi.

“Nanda Mei Solihah, ini pelari kencang kita, peraih 3 medali emas di ASEAN Para Games tahun lalu. Ni Nengah Widiasih, atlet angkat besi peraih perunggu di Paralympic di Riau 2016. Kemudian Saudari Suparni Yati, atlet tolak peluru juga dapat emas di ASEAN Para Games 2017. Ada saudari Laura Dinda, baru memenangkan kejuaraan di para swimming di Jerman, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebut satu per satu,” tuturnya.
“Saya kira banyak kiprah perempuan di negara kita yang tidak kalah dengan negara-negara lain,” imbuhnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara ini, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.(Johara/b)