Saturday, 22 September 2018

Keluarga Musisi Terjerumus Narkoba, GPAN Minta Bertobat dan Berobat

Jumat, 14 September 2018 — 10:10 WIB
Ketua Umum GPAN Brigjen Purn. Siswandi.(adji)

Ketua Umum GPAN Brigjen Purn. Siswandi.(adji)

JAKARTA – Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) sangat menyayangkan Putra Keempat Musisi Ahmad Albar, Ozy Albar berurusan dengan Polisi lantaran kasus narkoba. Padahal sebelumnya, Fachry Albar telah tersandung kasus yang sama dan dijatuhi hukuman rehabilitasi.

Ketua Umum GPAN Brigjen Purn. Siswandi mengatakan, pihaknya menyayangkan nasib yang dialami keluarga musisi tersebut.

“Ini sudah terbukti dilingkungan keluarga sudah terjerumus narkoba. Sebelumnya orang tua Ozy, Ahmad Albar dan Kakaknya Fachry Albar. Padahal kita tahu keluarganya habis berduka. Di Indonesia Narkoba ini bukan Darurat lagi melainkan saya Ibaratkan sebagai Bencana, kenapa Bencana karena ini lebih dahsyat kena bencana gempa sebelahnya pun juga ikut goyang,”  ujar Siswandi kepada Poskota di Jakarta Selatan Jumat (14/9/2018).

Mantan Polisi Reserse Narkoba dan BNN ini menilai Narkoba memiliki kandungan Zat Adiktif bagaikan virus yang menularkan bagi yang tak kapok memakai narkoba. Tak heran, seperti Musisi Fariz RM tersandung kembali dengan Narkoba.

“Himbauan kami ada dua jangan coba-coba mencicipi, kedua terhadap yang sudah kena dan coba-coba bertobatlah dan berobatlah. Jangan malu untuk rehabilitasi karena bagi pengguna secara sukarela tidak dihukum. Kecuali terkena proses hukum ditangkap harus menjalani proses hingga pengadilan,” tegasnya.

Siswandi membeberkan sejumlah publik figur dalam beberapa pekan bakal tertangkap lagi terkait kasus narkoba. “Dan ini sudah inisial O dan R ini sudah saya sampaikan daftar publik figur ataupun selebriti pemakai narkoba sebelumnya,” tutur Siswandi.

Ia juga menyinggung kesoalan ada Panti Rehabilitasi Abal-abal sekedar formalitas saja.

“Ada panti Rehab abal-abal yang hanya 3 bulan menjalani tetapi realisasinya cuma 2 minggu. Padahal ada panti yang betul-betul resmi untuk menyembuhkan berbadan resmi dari Kemenkes. Ini gak bener, pemerintah harus tahu manakah program-program rehabiltasi yang benar ingin meyembuhkan pengguna narkotika,” pungkas jenderal bintang satu ini.(adji)