Saturday, 22 September 2018

Koalisi Prabowo-Sandi Berharap Debat Capres Gunakan Bahasa Inggris

Jumat, 14 September 2018 — 0:54 WIB
Jokowi dan Prabowo  (dok)

Jokowi dan Prabowo (dok)

JAKARTA-Koalisi pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan usul ketika dabet capres dan cawapres nanti, menggunakan bahasa Inggris.

Usul itu disampaikan oleh Ketua DPP PAN Yandri Susanto dan berharap bisa menjadi pertimbangan KPU.

“Boleh juga kali, ya. Ya, makanya hal-hal detail seperti ini perlu didiskusikan,” kata Yandi usai rapat sekjen di Posko Pemenangan PAN, Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018).
“Karena presiden bergaul di dunia internasional, supaya tidak ada miss komunikasi dan salah tafsir dari lawan bicara, ya memang penting juga calon presiden matang dalam menguasai bahasa luar, dari bahasa Indonesia itu,” ucap Yandri.

Selain debat memakai Bahasa Inggris, koalisi Prabowo-Sandi menginginkan pemaparan kandidat tidak dibatasi dalam beberapa menit. Justru para kandidat presiden diberi waktu hingga satu jam untuk memaparkan yang dibawanya secara utuh.

“Kalau sudah OK, format satu jam atau setengah jam formatnya bagaimana. Mungkin porsi cawapres ada enggak sih. Dari sisi bahasa bagaimana. Dari tema bagaimana. Atau boleh tidak tampilkan data-data melalui proyektor. Itu kan hal teknis. Tapi itu harus diputuskan,” tambah Yandri

Waketum Gerindra Fadli Zon menyambut positif usulan Yandri. Fadli menilai perubahan format debat bagus agar rakyat memiliki pertimbangan luas dalam menentukan pilihan.

“Kalau pakai bagus, kalau nggak juga nggak apa-apa. Tapi kalau ada, ya, itu berarti itu suatu kemajuan, tetapi kalau nggak, ya, nggak ada masalah,” terang Fadli saat dimintai tanggapan di kediaman Prabowo Subianto, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan.

Fadli juga menyarankan KPU mengubah format debat. Menurutnya, debat Pilpres 2019 ini harus lebih interaktif.

“Dan pola debat menurut saya harus diubah. Harus ada debatnya yang lebih interaktif antar kandidat. Kalau ini kan debatnya kaya paparan-paparan begitu, ya,” ujar Fadlim
“Menurut saya biarkan saja ada debat yang, rebuild-nya lebih dinamis, sehingga kita tahu pikirannya apa. Jangan ini satu menit, ini satu menit, jadi kaya main-main. Jadi, kalau kita berdebat, berdebat tuh kayak Presiden Amerika, itu bagus menurut saya,” sambungnya.

Para sekjen partai pendukung Prabowo-Sandiaga memang mengusulkan perubahan format debat capres-cawapres. Mereka sebelumnya mengusulkan kandidat berbicara satu jam penuh menyampaikan gagasannya.

“Selama ini kan cuma dikasih berapa menit di televisi, terus nanti pakai istilah saya tuh debat pakai spedometer. Jadi dibilang waktu tinggal 2 detik, ini bukan soal cerdas cermat, ini soal urusan negara, ini urusan 250 juta orang. Ini urusan besar, karena itu kami akan mengusulkan, dan kami sepakat untuk minta diberi kesempatan calon kita bicara satu jam full tentang pikiran-pikirannya,” kata Sekjen Partai Demokrat (PD) Hinca Panjaitan usai rapat di Posko Pemenangan PAN.(*/b)