Saturday, 22 September 2018

MA Bolehkan Mantan Napi Nyaleg, M. Taufik: Alhamdulillah, Mantab

Jumat, 14 September 2018 — 23:12 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik. (joko)

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik. (joko)

JAKARTA – Mantan napi koruptor, bandar narkoba, dan kejahatan anak bisa nyaleg saat Pemilu 2019. M. Taufik, mantan napi koruptor, bersyukur dirinya boleh nyaleg.

Kepastian mantan napi koruptor, bandar narkoba, dan kejahatan anak bisa nyaleg setelah MA (Mahkamah Agung) mengabulkan gugatan uji materi pasal 4 ayat 3 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 20/2018.

Selain itu, MA juga mengabulkan gugatan uji materi terhadap Pasal 60 huruf j PKPU Nomor 26 tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPD. Ketentuan ini juga mengatur larangan bagi mantan napi korupsi, bandar narkoba dan kasus kejahatan seksual pada anak menjadi bacaleg.

Suhadi, juru bicara MA, membenarkan putusan itu keluar. “Iya sudah Kamis (13/9). Putusan itu sesuai dengan UU No 7/ 2017,” katanya, Jumat (14/9).

Majelis hakim yang memeriksa permohonan ini terdiri dari tiga hakim agung: Irfan Fachrudin, Yodi Martono dan Supandi. Putusan tersebut berkaitan dengan perkara uji materi No 45 P/HUM/2018 yang diajukan oleh Wa Ode Nurhayati.

Putusan tiga hakim agung itu menilai ketentuan dalam PKPU 20/2018 dan PKPU 26/2018, bertentangan dengan Pasal 240 ayat (1) huruf g UU No 7/2017 tentang Pemilu.

Sesuai Pasal 240 ayat (1) huruf g UU Pemilu menyatakan, bahwa bakal calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota adalah Warga Negara Indonesia dan harus memenuhi persyaratan.

“Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih, kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana,” katanya.

Walau demikian, pihak MA sampai berita ini diturunkan belum melansir berkas putusan tersebut pada situs resmi lembaga ini.

BERSYUKUR

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik mengaku bersyukur atas dikabulkannya gugatan terhadap PKPU terkait mantan terpidana korupsi maju sebagai bakal calon anggota legislatif oleh MA. “Alhamdulillah, kalau sudah ada putusan MA-nya,” ucapnya.
.
Menurut Taufik, putusan itu semakin memantapkan langkahnya untuk menjadi bakal calon legislatif dari Partai Gerindra pada Pileg 2019. Sebab sebelumnya, langkahnya terjegal KPU DKI Jakarta karena status dirinya sebagai mantan napi koruptor.

Sebelumnya, Taufik sempat menggugat ke Bawasu DKI Jakarta dan dinyatakan tetap boleh nyaleg. Namun, putusan itu tak dijalankan KPU DKI Jakarta, sehingga ia melaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Polda Metro Jaya dan Bawaslu.

Ketika ditanya apakah dirinya bakal menarik semua laporan tersebut, Taufik mengaku masih pikir-pikir. “Itu nanti saya bicarakan dengan pengacara. Sekali nyaleg, tetap nyaleg dong,” ungkapnya. (rizal/guruh/bi/st)