Saturday, 22 September 2018

Pengedar Narkoba Jaringan Myanmar Mati Ditembak

Jumat, 14 September 2018 — 18:57 WIB
hasil pengungkapan yang didapat direktorat natkotika mabes polri selama sepekan ini. (Ifand)

hasil pengungkapan yang didapat direktorat natkotika mabes polri selama sepekan ini. (Ifand)

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Narkotika Mabes Polri mengungkap jaringan narkoba Myanmar yang akan menyelundupkan sabu ke Jakarta dan Bekasi. Empat tersangka ditangkap hidup, sementara satu lainnya dikirim ke akhirat karena melawan petugas.

Direktur Dirtipid Narkotika Mabes Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan, pengungkapan tersebut dilakukan Minggu (9/9/2018).

Polisi pertama menangkap tersangka SA, AR, dan DF, serta mengamankan 16,35 kilogram sabu asal Myanmar. “DF yang merupakan pengendali ditangkap di Bekasi, Jawa Barat,” katanya, Jumat (14/9/2018).

Menurut Eko, belasan kilogram sabu tersebut dikirim dari Myanmar melalui jalur laut, dan proses penerimaannya di tengah laut pula. Setelah barang berpindah, selanjutnya sabu dibawa ke koordinat yang telah mereka tentukan. “Mereka masih memanfaatkan jalur tikus untuk menyelundupkan sabu tersebut,” ujarnya.

Untuk kasus kedua, sambung Brigjen Eko, pihaknya mengamankan satu orang tersangka bernama Lim 4 September 2018 di daerah Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Satu pelaku lainnya berinisial Gar, ditembak mati petugas karena melawan. “Tindakan tegas kami ambil kepada bandar yang mencoba melawan,” tegasnya.

Dari hasil penggerebekan di rumah tersangka, polisi mengamankan satu tas ransel berisi 18 plastik putih berisi narkotika jenis sabu seberat 2,06 kilogram. “Kami masih memburu satu pelaku lain berinisial OL masih dalam pengejaran, kasus ini juga masih terus kami kembangkan,” terangnya.

Tambah Eko, pihaknya juga mendapatkan laporan dari seluruh direktorat natkotika di Indonesia. Hasilnya, kasus pengungkapan narkoba naik 70 persen. “Pekan lalu seluruh unit narkotika polri mengungkap 503 kasus. Dan pada pekan ini, menjadi 896 kasus yang diungkap,” ujarnya.

Dari pengungkapan itu, kata Brigjen Eko, 1086 tersangka diamankan mulai dari pemakai hingga pengedar. Jumlah narkotika yang juga diamankan naik menjadi 56,3 kilogram sabu yang dijadikan barang bukti. “Pekan lalu, barang bukti yang didapat hanya 31,6 kilogram sabu, sementara ganja 350 kilogram dan ekstasi 6700 butir,” paparnya.

Dari banyaknya kasus yang diungkap, lanjut Brigjen Eko, hal itu terlihat bahwa upaya untuk memasukan narkotika ke Indonesia terus meningkat. Untuk itu, ia pun mengintruksikan kepada para direktur diseluruh Polda, untuk memberi tindakan tegas bagi para bandar.

“Saya sudah sampaikan ke direktur di seluruh polda untuk tak segan mengambil tindakan bila membahayakan. Makanya bandar jangan main di Indonesia karena kami akan ambil tindakan tegas dan terukur,” pungkasnya. (Ifand/M1/b)