Tuesday, 13 November 2018

Sandiaga Uno Akui Jiper Debat dengan Cawapres KH Ma’ruf Amin

Jumat, 14 September 2018 — 19:04 WIB
Sandiaga Uno,(cw2)

Sandiaga Uno,(cw2)

JAKARTA – Di saat timsesnya sibuka mengusulkan sesi debat capres-cawapres menggunakan bahasa Inggris, Sandiaga Uno selaku cawapres pasangan Prabowo Subianto, justru tidak begitu bersemangat, meski dia fasih berbahasa Inggris.

Menurut Sandi debat Pilpres tetap menggunakan bahasa Indonesia saja yang sudah pasti dimengerti oleh masyarakat Indonesia.

“Saya rasa enggak perlu ya. Ini pendapat pribadi saya, bahwa bahasa kita adalah bahasa Indonesia. Bahasa yang dimengerti 100 persen oleh orang Indonesia,” ucap Sandi di Blok M, Jakarta, Jumat (14/9/2019). “Bahasa inggris ya ada yang mengerti, tapi kita kan ingin menjangkau seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.

Mantan Wwagub DKI Jakarta ini menyatakan, dirinya sudah pernah ikut debat politik saat bertarung di Pilkada DKI 2017. Menurutnya, usulan penggunaan bahasa Inggris khawatir memicu permusuhan baru.

“Saya pernah ikut debat, karena menurut saya yang dikhawatirkna debat itu jadi tempat saling serang menyerang. Saya menyarankannya urun rembug saja, karena keadaan bangsa kita sedang tidak baik,” ujarnya..

Sandi justru mengusulkan agar format debat menjadi semacam sarasehan atau forum sumbang saran, meski judulnya adalah debat Pilpres 2019. Format baru penting untuk membawa semangat persaudaraan. Itu juga karena Sandi mengakui jiper alias takut kalau berdebat dengan KH Ma’ruf Amin.

“Judulnya mungkin debat tapi di sebelah sana ada presiden yang kita hormati banget. Ada Pak kiai guru saya (Ma’ruf Amin), mana bisa kita ngedebat. Kita kan harusnya sumbang saran. Karena rakyat yang akan menyaksikan,” tandasnya. (win)