Thursday, 15 November 2018

Siswa SMK yang Tewas dengan Luka Bacok di Dada Ternyata Memiliki Jimat

Jumat, 14 September 2018 — 1:56 WIB
ilustrasi

ilustrasi

BOGOR – Aksi tawuran antarpelajar hingga merenggut korban jiwa yang terjadi di Bogor dan membuat satu siswa SMK menemui ajal, sedangkan rekannya sekarat menyimpan cerita.

Ternyata tragedi berdarah di Jalan Tranyogi, Kampung Sawah, Desa Cileungsi Kidul, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu (12/9/2018) malam ada bau mistisnya. Pelajar yang tewas ternyata membawa jimat.

Seperti diketahui akibat dihujani sabetan dan bacokan, siswa berinisial SV, menemui ajal di arena tawuran. Pelajar berusia 16 tahun ini menderita tiga bacokan di dada kiri dan kanan serta paha belakangnya.

Selain luka akibat sabetan benda tajam, di tubuh korban juga ditemukan sabuk hijau yang diduga jimat. “Jimat tersebut melilit di pinggangnnya bertuliskan huruf Arab berwana emas,” kata seorang polisi.

Sedangkan temanya berinisial FF,15, sekarat mendapat bacokan di tangan, punggung dan kaki. Pelajar SMK swasta ini, kini dirawat di RS Mery Cileungsi.

“Awalnya banyak orang bergerombol dan ada teriakan. Saya lalu keluar rumah, terus melihat warga berusaha bubarin tawuran pelajar, mereka kabur tak tahu ke mana,” ujar Afrijal, 34, warga setempat, Kamis (14/9).

(BACA : Siswa SMK Tewas dengan Luka Bacok di Dada dan Paha)

Menurut Afrijal, malam itu suasana cukup mencekam, kendaraan yang melintas pun berhenti sehingga sempat menimbulkan kemacetan. “Ada ratusan pelajar,” ucapnya.

Tak lama, anggota Polsek Cileungsi datang, tetapi dua kubu pelajar yang bentrok sudah kabur. Polisi mendapati satu pelajar tumbang terkena sabetan crulit. Di lokasi ditemukan beragam senjata yang digunakan pelajar untuk tawuran.

TUMBANG

“Macam-macam senjatanya. Ada gir motor, crulit, samurai dan lainnya. Saya lihat banyak pelajar yang luka, tapi satu di antaranya meninggal,” tambahnya.

Kemudian jasad pelajar yuang diketahui berinisial SV itu dbawa ke RS Hermina Cileungsi, sedangkan yang luka-luka dilarikan ke TS Mery Cileungsi.

Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena mengatakan, setelah bentrokan, pihaknya melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi.

Berdasarkan saksi-saski itulah, akhirnya ditangkap pelajar berinisial RA, MI, MA, K, MCW. SBS, WS, NT, IM, M, MB, MRM, I dan NS. “Mereka berasal dari sekolah SMK swasta lawan korban,” terang Ita.

Dari 13 pelaku tawuran itu, satu di antaranya sebagai provokator, yaitu MRM, sedangkan yang mensuplai senjata tajam, I dan MB. Dan sisanya yang terlibat pembacokan,” kata Ita.

Ita menduga motif tawuran berawal dari saling ejek di medsos hingga janjian tawuran. “Tapi yang jelas, kami masih periksa tersangka itu,” pungkasnya. (yopi/iw/st)