Saturday, 22 September 2018

Soal Anggaran, Fraksi PDIP Walk Out dari Rapat Banggar DPRD DKI

Jumat, 14 September 2018 — 21:49 WIB
Gembong Wasono,anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta.(john)

Gembong Wasono,anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta.(john)

JAKARTA – Seluruh Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI melakukan walk out saat rapat pembahasan KUPA-PPAS 2018. Aksi tersebut dilakukan karena seluruh anggota FPDIP tidak puas dengan dicoretnya anggaran pembangunan dan prasarana aliran Barat senilai Rp 21 miliar yang diusulkan Dinas Sumber Daya Air (SDA).

Anggota fraksi PDIP Ida Mahmudah menilai keputusan pimpinan Banggar tersebut tidak tepat. Sebab, forum banggar tidak memberikan kesempatan kepada Dinas SDA untuk menjelaskan alasan pengajuan anggaran tersebut.

“Kenapa semua yang dianggarkan dicoret? Kan mereka sudah mengajukan berarti kan mereka butuh itu, jangan semuanya main drop, dong,” kata Ida dalam rapat di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (14/9).

Menanggapi sanggahan Ida, Wakil Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan yang juga pimpinan Banggar menyebut keputusan itu diambil karena Kepala Bidang Aliran Barat Dinas SDA tak sanggup menggunakan anggaran yang diajukan dalam waktu dua bulan.

“Ini kan sudah dibahas, dan dikatakan bahwa enggak cukup waktunya, kan harus melalui proses lelang, apa boleh kalau tidak lewat lelang?” ucap Ferrial.

Ida tak setuju dengan alasan yang disampaikan Ferrial. Sebab, menurutnya jika dinas mengajukan anggaran artinya dinas siap untuk menjalankan anggaran tersebut.

“Ngapain semua pada bikin usulan kalau enggak bisa mengajukan, didrop semua, saya bingung deh. Jangan takut menjalankan kalau emang enggak ada titipan,” tutur Ida.

Namun, Ferrial tidak mengubah keputusan dan tetap mencoret anggaran tersebut. “Menurut saya ini tidak fair maka saya keluar dari ruangan,” kata Ida.

Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono telah lebih dulu meninggalkan rapat banggar tersebut.  “Enggak jelas ini,” kata Gembong sembari keluar dari ruangan.

Tak hanya Gembong dan Ida, anggota fraksi PDIP lainnya juga memilih meninggalkan forum rapat. Mereka di antaranya pantas Nainggolan, Cinta Mega, dan Magdalena Usu.

Selain anggaran Pembangunan dan Prasarana Aliran Barat, DPRD DKI juga mencoret anggaran Pembangunan dan Prasarana Aliran Tengah senilai Rp1,9 miliar serta mencoret anggaran Pembangunan dan Prasarana Aliran Timur senilai Rp 45,4 miliar. (win)