Tuesday, 13 November 2018

Terpaksa Pakai “Stuntman” Karena Suami Sudah Loyo

Jumat, 14 September 2018 — 6:55 WIB
habis

ITULAH resikonya bila punya suami terlalu tua. Ny. Nenok, 45, jadi kesepian karena suaminya yang sudah berusia 60 taun, tak mampu lagi bicara dalam percaturan ranjang. Diapun piara berondong sebagai “stuntman”. Sialnya cepat ketahuan, sehingga Warisman tanpa ampun langsung menceraikannnya.

Adegan berbahaya dalam film, biasa digunakan tenaga stuntman. Presiden Jokowi pun pernah gunakan stuntman saat “terbang” naik sepeda motor pada pembukaan AG-2018. Ternyata dalam urusan rumahtangga, ada juga istri yang pakai tenaga “stuntman” gara-gara suaminya sudah loyo. Bedanya, stuntman untuk beginian, meski itu adegan berbahaya juga tapi mengandung sejuta sensasi, Bro!

Indonesia 20 tahun lalu jelas bukan era angkatan Siti Nurbaya. Tapi ternyata masih ada juga suami istri yang berangkat dari perjodohan orangtua. Salah satunya adalah Ny. Nenok, warga Kendangsari, Surabaya. Sekitar 20 tahun lalu dia menikah dengan Warisman bukan berdasarkan cinta, tapi karena dijodohkan orangtua.

Sebetulnya dia tidak mau, karena ketika Nenok berusia 25 tahun kala itu, Warisman sudah layak masuk museum, usianya 40 tahun. Tapi meski terpaut 15 tahun, orangtua mohon untuk menerimanya. Sebab calon suaminya itu kaya raya, sehingga kalau cepat mati Warisman banyak harta warisannya. “Nanti kamu bisa jadi pengayom keluarga.” Kata bapak ibu kala itu.

Jadilah Nenok menikah dengan Warisman yang pengusaha. Begitu jadi Ny. Warisman, langsung tinggal di kawasan elit. Dulu orangtuanya mobil roti tawar saja tidak punya, kini pakai mobil Toyota Camry. Benar kata orangtua, bersuamikan Warisman, sekarang Nenok ibaratnya tinggal mamah karo mlumah.

Soal urusan “mlumah” sampai 3 pelita mereka membangun keluarga, tak ada masalah. Tapi setelah Nenok berusia 45 tahun dan suaminya 60 tahun, barulah bom waktu itu datang. Warisman sangat mengecewakan dalam urusan ranjang, karena sudah kena penyakit DRS Med alias: dereng rampung sampun medal (ejakulasi dini).

Paling menyebalkan dan sering bikin Nenok jengkel, saat sedang memberikan nafkah batin untuk istri, kok bisa-bisanya Warisman tertidur. “Mas, Mas, bangun! Kok kayak anggota DPR saja sampeyan.” Tegur Nenok saking kesalnya, dan mood-nya pun hilang serta merta.

Selalu kecewa dari hari ke hari, menjadikan Nenok ingin menghadirkan tokoh alternatif. Presiden Jokowi saja bisa pakai struntman untuk naik sepeda motor, tentunya pakai stuntman untuk urusan ranjang bolah-boleh saja dong! Karena pertimbangan itulah Nenok kemudian mencari berondong untuk pelega nafsu.

Kebetulan karyawan tokonya, Bun Yanto, 27, sangat memenuhi kriterianya. Wajah lumayan ganteng, bodi atletis. Nenok pun berfikir, tongkrongannya saja begitu, apa lagi “tangkringan”-nya pasti memuaskan. Mulailah anak muda itu dipancing-pancing.

Ternyata Bun Yanto juga termasuk lelaki pencinta benda purbakala. Dipancing-pancing juragannya yang sudah hampir nenek-nenek mau juga. Sejak itu dia jadi “stuntman” untuk memuaskan hasrat Ny. Nenok yang selalu mengerucut. Dan benar prediksi istri Warisman ini, baik tongkrongan maupun “tangkringan” Bun Yani masih berbanding lurus.

Tentu saja Bun Yanti yang sudah korban bonggol, dapat jaminan benggol yang lumayan. Dia sering ditransver uang oleh juragannya. Ketahuannya Nenok suka main “empat kaki” bersama pegawai toko ketika Warisman gunakan SMS banking. Usut punya usut banyak dana mengalir ke “stuntman” istrinya. Tentu saja Warisman marah besar. Bun Yanto dipecat dan Nenok diceraikan.

Bun Yanto pun kembali hanya main dua kaki, kayak parpol! (JPNN/Gunarso TS)