Saturday, 22 September 2018

Tunggakan Air dan Listrik Penghuni Rusun Ditanggung DKI

Jumat, 14 September 2018 — 23:55 WIB
Rusun Marunda, Jakarta Utara.

Rusun Marunda, Jakarta Utara.

JAKARTA – Kabar gembira bagi penghuni rumah susun. Pemprov DKI berencana menghapus atau memutihkan denda tunggakan sewa rumah susun, tunggakan biaya air, dan listrik bagi penghuni rusun yang tidak mampu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI, Meli Budiastuti mengatakan, unit pengelola rumah susun (UPRS) tengah mendata penghuni rumah susun (rusun) yang benar-benar tidak mampu. “Untuk penghapusan yang dengan cepat, kemungkinan tunggakan listrik dan air, karena sudah dibayarkan dengan APBD masing-masing UPRS,” kata Meli.

Sedangkan mengenai penghapusan denda tunggakan sewa rusun, kata Meli, mekanismenya harus diatur dalam peraturan gubernur. Pemprov DKI akan merumuskan pergub tersebut. “Tunggakan denda harus diterbitkan pergub untuk penghapusan denda retribusi,” kata dia.

Berbeda dengan denda tunggakan sewa rusun, tunggakan biaya air, dan listrik, Meli menyebut tunggakan sewa rusun tidak bisa dengan mudah dihapuskan karena harus melalui Kementerian Keuangan.

MERINGANKAN BEBAN

Meli menyampaikan, kebijakan itu diharapkan bisa meringankan beban penghuni rusun dalam mencicil tunggakan sewa rusun. “Untuk sementara tunggakan listrik, air, dan denda itu yang akan kami ajukan diputihkan. Jadi, makin kecil tunggakan dia, hanya tunggakan retribusi. Itu kami berikan kesempatan untuk mencicil,” ucap Meli.

Penghuni rusun di Jakarta menunggak sewa rusun, bayar air, dan listrik.Total tunggakan sewa hingga Juli lalu mencapai Rp27,8 miliar, sementara dendanya yakni Rp7,9 miliar.

Selain itu, sejumlah warga di lima rusun juga menunggak listrik karena masih menggunakan meter induk. Total tunggakannya Rp1,3 miliar. Sejumlah penghuni rusun juga menunggak biaya air dengan total tunggakan Rp6,9 miliar.(guruh/ird)