Saturday, 15 December 2018

Bentrok Ormas di Limo Depok, Sembilan Orang Diperiksa

Sabtu, 15 September 2018 — 19:33 WIB
Kapolsek Limo Kompol Muhamad Iskandar (angga)

Kapolsek Limo Kompol Muhamad Iskandar (angga)

DEPOK – Anggota Satreskrim Polsek Limo memeriksa sembilan orang saksi terkait pembacokan anggota ormas di Jalan Ibnu Armah (Samping Alfa Midi), Pangkalan Jati Baru, Cinere, Kota Depok, Sabtu (15/9) dini hari.

Kapolsek Limo Kompol Muhamad Iskandar mengatakan penyelidikan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Limo Iptu Wasgiyono. “Dari sembilan saksi yang diperiksa satu diantaranya yaitu B,30, terbukti kedapatan membawa senjata tajam dilanjutkan proses penyelidikan diserahkan ke Polresta Depok . Dua orang saksi lainnya pemilik warung tidak tahu soal kejadian pembacokan,” ujarnya kepada poskotanews.com di ruang kerjanya.

Mantan Kasi Propam Polresta Depok ini mengungkapkan keenam saksi yang masih diamankan di Polsek akan dikonfrontir dengan mengenali wajah masing-masing depan korban.

“Ketiga korban yang dibacok kondisinya sudah baik dan menjalankan rawat jalan. Sisa keenam orang nanti akan kita cocokkan wajahnya dengan korban untuk mengetahui pelakunya,”tambahnya.

Sementara itu bentrokan dua kelompok ormas berbeda tersebut sudah membuat laporan polisi di Polsek Limo.”Semaksimal mungkin tetap berkerja keras melakukan penyelidikan sesuai SOP, tegas dan membuat efek jera kepada pelaku yang masih terus dikejar petugas,”katanya.

Antisipasi aksi serangan balasan, Kompol Muhamad Iskandar dibantu anggota Jaguar Polresta Depok dan Raimas unit Sabara Polresta menggelar pengamanan sampai situasi dirasa cukup kondusif.

“Meski sudah kita lakukan pertemuan anta- kedua kelompok yang bertikai dan dimintai untuk tidak ada serangan balasan. Namun antisipasi jika melenceng anggota kita turunkan untuk lakukan patroli,”tambahnya.

Motif pemicu bentrokan ini dugaan kelompok ormaa berbeda ini tengah memasang akan mengingkatkan bendera keormasannya di tiang.

“Meski di lokasi kejadian berdekatan dengan pos salah satu ormas, merasa tidak terima lahan yang ada sudah kemungkinan sudah dipegang oleh ormas lain tidak terima akhirnya terjadi bentrok,”tutupnya. (Angga/b)