Saturday, 22 September 2018

Pelajar Tawuran, Kapolres Bogor Akan Usulkan Izin Sekolah Dicabut

Sabtu, 15 September 2018 — 5:37 WIB
Kapolres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky Pastika (pakai topi)

Kapolres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky Pastika (pakai topi)

BOGOR – Kapolres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky Pastika bertekad terus melakukan proses hukum terhadap 14 pelajar pelaku tawuran yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu korban lagi luka berat.

Dalam keterangannya ke wartawan Jumat (14/9/2018) AKBP Dicky mengatakan, tersangka akan tetap ditahan di tahanan khusus anak.

“Bahwa mereka ada yang masih dibawa umur, akan kami titipkan di lapas khusus anak. Namun saya tegaskan, tidak akan menghentikan kasus pidananya. Proses hukum jalan terus,”kata AKBP Dicky yang sudah kesal dengan maraknya tawuran pelajar ini.
Bahkan AKBP Dicky mengungkapkan, sekolah yang siswanya kerap tawuran, ia akan meminta kepada Dinas Pendidikan, agar ijin kegiatan belajar mengajar (KBM) nya dicabut.
“Sekolah itu harus mengutamakan mutu pendidikan dan bukan semata orientasi mencari keuntungan. Sekolah harus ketat mengawasi siswanya dan terus menginfokan, agar langsung pulang usai sekolah. Orangtua juga harus ketat mengontrol dan mencari informasi, jika anaknya hingga malam belum pulang sekolah,”paparnya.

Seperti diketahui Polres Bogor menangkap 14 tersangka yang terlibat tawuran maut melibatkan SMK BP melawan SMK PA pada Kamis (13/9/3018) malam. Satu korban meninggal dunia dan satu korban luka bacokan.’

Aksi koboi jalanan ini berlangsung di depan Masjid Al Muqoromah, Jalan Raya Cileungsi Jonggol, Kampung Sawah, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Lokasi tawuran maut ini terjadi tepat di komplek Perumahan Kota wisata. Korban meninggal dunia diketahui berinisial SV. Pelajar SMK PA ini meninggal dunia akibat
luka bacok di dada sebelah kiri dan paha belakang serta kaki kiri.

Sedangkan FF, pelajar SMK PA, mengalami luka bacok di punggung belakang. Korban kini dirawat di RS Mery Cileungsi.

Polisi lalu mengejar pelaku dan meringkus 14 pelajar yang diduga dari SMK BP Di Ciangsana Gunung Putri Kabupaten Bogor. (yopi/b)