Saturday, 22 September 2018

Selama 3 Tahun Ayah Tiri Paksa ABG Bermain 4 Kaki

Sabtu, 15 September 2018 — 8:23 WIB
anaktiri

AC bikin sejuk, tapi Ismail Yasonta, 53, sebagai ayah justru bikin gerah anak tirinya, Siti Atnikah, 18. Soalnya selama tiga tahun, dengan sejumlah ancaman Ismail Yasonta mengajak bermain “empat kaki” anak tirinya tersebut. Capek menjadi budak seks ayah tirinya, Siti pun lapor polisi.

Ayah tiri yang baik adalah ayah tiri yang mampu mengayomi anak bawaan istrinya. Soalnya, jika sudah cinta sama emaknya, harus menyayangi pula anak-anaknya. Jangan sampai emak digoyang, anaknya ditendang. Jika si ayah tiri mampu mendekati anak bawaan istrinya, pastilah rumahtangga terasa sejuk dan nyaman, bagaikan kamar pakai AC.

Tapi di Purwosari, Ismail Yasonta justru sangat dibenci anak tirinya, Siti Atnikah. Sungguh tak berbanding lurus dengan namanya; Ismail Yasonta! Jika pakai nama seperti itu, mestinya perilakunya bikin sejuk lingkungan dan keluarga, jadi seperti sejuknya AC.

Yang terjadi, Siti Atnikah bila dekat dengan ayah tirinya, justru selalu gerah seperti AC telat ngisi freon. Sebab Ismail Yasonta ini maunya macam-macam. Jika istri tak di rumah, dan dia sendiri tidak narik ojek, pasti Siti Atnikah dijadikan korban pelampiasan nafsu. “Partai Demokrat saja bisa main dua kaki, kenapa tukang ojek tak boleh main 4 kaki?” kata setan saat mensuport Ismail Yasonta.

Sejujurnya harus dikatakan, ketika Ismail menikah dengan Ny. Ratni, 45, pada 5 tahun lalu, Siti Atnikah yang baru usia 12 tahun belum kelihatan keelokannya. Tapi 3 tahun kemudian, busyet! Bodinya yang mulai mekar, gunung kembar bebas erupsi mulai muncul di dadanya, sungguh bikin Ismail Yasonta terpesona. Makin ke sini nafsunya pun makin mengerucut.

Dia mulai mencoba mendekati anak tirinya, tapi tidak jalan-jalan juga. Sampai setan pun menegurnya, kenapa belum juga ada eksekusi? Ada hambatan apa lagi? Ngomong saja terus terang, setan siap membantu sepenuh hati. Tapi ingat, asal itu sebatas bantuan moril saja. Kalau bantuan keuangan, setan nyerah deh. Sebab setan yang pintar cari uang hanya yang kelas tuyul.

Sejak Siti Atnikah masuk SMA kelas I, mulailah Ismail Yasonta merayu-rayu. Tentu saja si anak tiri menolak. Tapi tukang ojek itu lalu mengancam, kalau menolak biaya sekolahnya di SMA tak mau nanggung. Ditodong dengan cara demikian, akhirnya Siti Atnikah pun terpaksa bertekuk lutut dan berbuka paha.

Nah, sejak itu Siti Atnikah tak pernah nyaman dekat Ismail Yasonta. Gerah malulu, sebab takut diterkam sewaktu-waktu. Dan itu memang selalu terjadi. Jika ibunya ke sawah, Siti Atnikah ada di rumah, mulailah Ismail Yasonta beraksi, melakukan politik empat kaki.

Sampai tamat SMA Siti Atnikah selalu dibuat bulan-bulanan ayah tirinya. Maka setelah merasa bebas “ikatan dinas”, Siti pun mendatangi ayahnya di Surabaya, dan mengadukan kelakuan bapak sambungnya. Tentu saja sang ayah tidak terima, sehingga Ismail Yasonta dilabraknya.

Para tetangga di Tejowangi demi mendengar keributan ayah kandung-ayah tiri Siti Atnikah tersebut ikut emosi. Mereka hampir mengeroyok Ismail Yasonta, untungnya polisi segera datang. Akhirnya bapak tiri celamitan itu diamankan ke Polsek Purwosari.

Bermain empat kaki dengan anak tiri, 2019 ganti rumah (ditahan). (JPNN/Gunarso TS)