Thursday, 15 November 2018

Tubuh Sakit, Jiwa Lemah

Sabtu, 15 September 2018 — 7:25 WIB
sakit

DI dalam tubuh yag kuat terdapat jiwa yang sehat. Ini bisa disebut pribahasa, atau juga sekaligus motto. Mens sano in corpora sano, begitu bahasa latinnya, bicara soal kegiatan olah raga. Sebagai contoh, misalnya pesta olah raga yang baru saja usai, Asian Games. Kita, boleh bangga karena bisa mencapai prestasi yang sangat membanggakan.

Nah, mudah-mudahan dari hasil prestasi itulah, kita bisa mengukur seberapa kuat tubuh-tubuh orang Indonesia. Jelas bagi para olah ragawanlah yang akan menduduki peringkat tertinggi. Oleh sebab itu, seyogyanya yang bukan atlet pun harusnya melakukan olah raga setiap saat untuk menjaga kegubaran dan sekaligus menjadikan tubuh kuat.

Karena kita paham, bukan saja sekadar mencari tubuh yang kuat, tapi yang lebih penting adalah menjaga kesehatan. Jadi siapa lagi kalau bukan diri sendiri yang menjaga? Ingatlah sehatmu, sebelum datang sakitmu, begitu agama mengajarkan.

Artinya, jangan sampai jatuh sakit hanya kerena kelengahan sendiri. Dan ingat juga bahwa sakit itu sekarang ini mahal, Bung! Ketambahan lagi, rumah sakit lagi pada krisis obat? Ini memang nasib buat rakyat kecil, yang saat ini masih mengharapkan kebaikan pemerintah. Yakni berobat yang bersubsidi atau gratis? Tapi sayang, entah bagaimana ini, kok tiba-tiba obat yang dibutuhkan nggak ada di rumah sakit yang melayani pasien.

Ya, ini sekadar saran buat kita orang-orang kecil. Sekali lagi jangan mau sakit. Karena ketika sakit, memikirkan obat yang mahal, jadi timbulah stres? Maka ini sebaliknya dari peribahasa di atas tadi, bahwa di dalam tubuh yang sakit akan terdapat jiwa yang lemah alias stres?

Hmmm, kalau obat sampai nggak ditanggulangi dengan cepat, ya tunggu saja, akan banyak orang-orang stres di jalanan. Amit-amit jabang bayi! Kata orang tua-tua kita dulu! –massoes