Sunday, 15 September 2019

E-tilang Tutup Peluang Terjadinya Denda Damai

Rabu, 19 September 2018 — 6:40 WIB

DUA pekan lagi tilang elektronik akan diuji coba di kawasan Jalan Sudirman – Thamrin.
Bagi pelanggar tentu tidak langsung diberikan surat tilang (bukti pelanggaran).

Petugas hanya akan memberi teguran, sekaligus sosialisasi terkait prosedur tilang hingga pembayaran denda. Uji coba berlangsung selama sebulan, pada bulan berikutnya penerapan dan penegakan hukum.

Jika uji coba berjalan lancar tanpa kendala berarti, begitu pun sistem peralatan dan teknologi sudah terpenuhi, dapat dipastikan mulai November sudah ada penindakan.

Tilang elektronik (e-tilang) sebenarnya bukan barang baru dalam sistem manajemen lalu lintas. Di negara lain, seperti Amerika, Inggris, Jepang dan Korea Selatan dan Singapura sudah sejak lama menerapkan e-tilang.

Negara tetangga Singapura sudah menerapkan tilang elektronik sejak tahun 2012 dengan menempatkan 6.500 CCTV di seluruh wilayah.

Dalam kurun waktu tersebut, otoritas setempat berhasil menangkap 1.900 penjahat dengan bantuan CCTV.

Artinya pemasangan closed circuit television (CCTV) di Singapura tidak sebatas untuk sarana e-tilang, tetapi dalam rangka menciptakan Kamtibmas secara keseluruhan. Begitu pun di AS, Inggris, Jepang dan Korea Selatan. Tak heran jika pemasangan CVTV jumlahnya mencapai ribuan.
Bagaimana dengan kita? Kami meyakini secara bertahap akan mengarah ke sana. Hanya menunggu waktu saja.

Yang pasti dengan perubahan sistem tilang dari manual ke online akan mengubah perilaku
Jika sebelumnya dilakukan secara manual memakai buku tilang, nantinya bukti pelanggaran berupa foto disertai denda pelanggaran dikirim ke alamat rumah si pelangar.

Perubahan lainnya dari ketagori pelanggaran pidana menjadi administratif. Dengan begitu, pelanggar dapat langsung membayar denda ke bank tanpa melalui sidang di pengadilan.

Hal lain, dengan e- tilang dapat mencegah terjadinya adu argumentasi soal pelanggaran antara petugas dengan si pelanggar. Tidak terdapatnya pertemuan antara yang ditilang dengan yang akan menilang berarti menutup peluang denda damai.

Satu hal posifif yang bakal didapat adalah meningkatnya kesadaran berlalu lintas. Tidak itu saja, dengan memperbanyak CCTV dapat mencegah tindak kejahatan terutama di setiap perempatan lalu lintas.

Dalam konteks inilah pemasangan CCTV tidak terbatas pada persimpangan/perempatan, tetapi pada semua titik rawan gangguan kamtibmas. Semoga. (*)