Tuesday, 16 October 2018

Ini Alasan Puluhan PNS DKI Terlibat Korupsi Masih Menerima Gaji

Rabu, 19 September 2018 — 1:30 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Sebanyak 21 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat korupsi masih menerima gaji. Dan berstatus diberhentikan sementara.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI, Budihastuti mengatakan gaji tersebut diterima pada periode 2017-2018. Sebab, kasus korupsi yang melibatkan mereka belum berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Ke-21 PNS itu berstatus diberhentikan sementara.

“Kalau masih banding, masih di tingkat pertama, begitu berproses, maka mereka diberhentikan sementara dengan gaji 50 persen. Itu jumlahnya 21 orang,” ujar Budihastuti di Balaikota, Selasa (18/9).

Budihastuti menyampaikan, setelah kasus korupsi tersebut inkrah dan PNS DKI yang bersangkutan dinyatakan bersalah, Pemprov DKI Jakarta akan langsung memproses pemberhentian mereka dengan status diberhentikan dengan tidak hormat.

Selain 21 orang tersebut, ada 3 PNS DKI lainnya yang juga berstatus diberhentikan sementara dan menerima 50 persen gajinya.

Kasus korupsi yang melibatkan 3 PNS itu sebenarnya sudah inkrah. Namun, Pemprov DKI masih memproses surat keputusan (SK) pemberhentian yang bersangkutan. “Kan proses mereka itu diberhentikan begitu ada SK-nya. Kalau tidak, maka mereka statusnya masih diberhentikan sementara,” ucap Budihastuti.

Sementara itu Pemprov DKI Jakarta telah memberhentikan 27 PNS DKI yang menjadi narapidana kasus korupsi pada periode 2017-2018. Para PNS itu diberhentikan karena kasus korupsi yang melibatkan mereka sudah inkrah. “PNS yang diberhentikan tidak dengan hormat karena kasus korupsi ada 27 orang. Yang 27 ini sudah diberhentikan karena sudah divonis, sudah inkrah,” tutur Budihastuti.(guruh/st)