Tuesday, 18 December 2018

Ini Empat Penyakit Penyedot Dana BPJS

Rabu, 19 September 2018 — 0:16 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Penyebab BPJS Kesehatan tekor atau defisit karena jumlah peserta program ini yang sakit terus meningkat. Dan penderita penyakit jantung paling banyak menyedot anggaran BPJS Kesehatan yakni mencapai Rp9, 42 triliun.

Hal ini disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Selasa (18/9/2018). “Jumlah penduduk yang sakit terus meningkat dari waktu ke waktu. Ini karena belum optimalnya upaya pembangunan kesehatan masyarakat di tingkat hulu,” ucapnya.

Fachmi menjelaskan, berdasarkan review BPKP ditemukan defisit keuangan sebesar Rp10,98 triliun. Angka ini lebih rendah dari arus kas Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2018 BPJS Kesehatan yang mencatat defisit sebesar Rp16,5 triliun.

Sampai dengan Agustus 2018, pengeluaran BPJS Kesehatan untuk membiayai penyakit katastropik mencapai Rp12 triliun atau sekitar 21,07% dari total biaya pelayanan kesehatan. Berbagai penyakit katastropik ini bisa dicegah melalui penerapan pola hidup sehat.
`
“Oleh karena itu, BPJS Kesehatan juga fokus untuk menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif yang dilaksanakan,” sambungnya.

Sementara bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti diabetes melitus dan hipertensi, kara Fachmi, dapat mengelola risiko tersebut melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). “Program ini juga bagian dari upaya promotif preventif,” paparnya.

EMPAT PENYAKIT

Sesuai dengan data, empat penyakit utama yang banyak menyedot anggaran BPJS Kesehatan yakni jantung sebesar Rp9,42 triliun atau 51.13%, gagal ginjal sebesar Rp2,25 triliun atau 12.24%, kanker sebesar Rp3,1 triliun atau 16.84% dan stroke sebesar Rp2,25 triliun atau 12.21%.

Sebelumnya Presiden Jokowi telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) baru soal pemanfaatan cukai rokok dari daerah untuk menutup defisit keuangan BPJS Kesehatan. (rizal)