Thursday, 13 December 2018

Demi Pembangunan Skybridge Kaki-5 di Tanah Abang Dilarang Jualan

Kamis, 20 September 2018 — 7:20 WIB
Pelaksanaan sosialisasi pembangunan skybridge kepada pedagang. (Tarta)

Pelaksanaan sosialisasi pembangunan skybridge kepada pedagang. (Tarta)

JAKARTA – Mulai hari ini (Kamis 20/9), pedagang yang menempati tenda di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) untuk sementara waktu tidak boleh berdagang di lokasi tersebut. Hal ini guna mempercepat proses pembangunan skybridge yang tenggat waktunya harus selesai pada 15 Oktober.

Pedagang tidak keberatan dan sepakat tidak berdagang hingga 15 Oktober 2018, demi cepat selesainya pembangunan skybridge. Kesepakatan tersebut disetujui pada saat sosialisasi yang dihadiri, Kasudin Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Jakpus, Bangun Richard, perwakilan PD Sarana Jaya, Denan Kaligis, Kasatpol PP, Rahmat Lubis dan Camat Tanah Abang, Dedi AD, Rabu (19/9/2018) sore.

Salamah, pedagang mengaku tidak keberatan untuk sementara waktu libur tidak berdagang. Karena untuk proses pembangunan skybridge.

“Ya ngak masalah libur dulu dagangnya. Inikan juga buat kita, kalau pembangunannya cepat selesai dagangnya jadi lebih nyaman,” ucapnya.

Menurutnya, kalau dipaksakan dagang juga sangat berbahaya karena lokasinya penuh dengan material. “Inikan buat keselamatan kita juga, ya nga apa-apa libur dulu,” kata Salamah.
Sedangkan Silvi, pedagang lainnya, sempat meminta kepada pihak pemerintah untuk bisa mencarikan tempat relokasi. “Gimana kalau nga dagang, kamikan banyak kebutuhan. Tolong kalau bisa ada tempat relokasi,” katanya.

Kasudin KUKMP Jakpus, Bangun Richard menyatakan pihaknya tidak bisa mencarikan tempat relokasi karena sudah tidak ada lahan kosong lagi di Tanah Abang. “Kami mohon agar bapak dan ibu memaklumi dan mendukung pembangunan skybridge dengan tidak berdagang sementara. Karena ini nantinya juga buat kepentingan bapak ibu,” ujarnya.

Dikatakan nantinya 372 pedagang yang berada di tenda di Jalan Jatibaru akan menjadi prioritas untuk menempati skybridge. “Jadi nanti akan didata kembali dan jadi prioritas,” kata Bangun.

Sementara itu, Denan Kaligis dari PD Sarana Jaya menjelaskan saat ini pembangunan skybridge telah mencapai 25 persen. Di mana pembangunannya dilakukan sesuai zona, yaitu A, B,C dan D. “Saat ini sudah sampai zona B, tinggal mengarah C dan D,” jelasnya.

Nantinya setelah tidak ada pedagang pembangunannya dipercepat agar selesai 15 Oktober 2018. Di mana pembangunannya akan berbarengan yaitu mulai dari zona D ujung menuju ke zona C, serta dari zona B menuju zona C. (Tarta/b)