Monday, 15 October 2018

Bekraf Hadirkan Kuliner Kreatif ‘Kreatifood 2018 ‘ di Gandaria City Mall

Jumat, 21 September 2018 — 9:51 WIB
Kepala Subdirektorat Pasar Segmen Binis dan Pemerintahan, Fahmy Akmal bersama Ketua Perkumpulan Foodstratup Indonesia Yustinus Agung .(adji)

Kepala Subdirektorat Pasar Segmen Binis dan Pemerintahan, Fahmy Akmal bersama Ketua Perkumpulan Foodstratup Indonesia Yustinus Agung .(adji)

JAKARTA –  Badan Ekonomi Kreatif mengadakan kegiatan kuliner baazar yang memiliki keunikan atas kreatif pemilik wirausaha dalam Kreatifood 2018 yang berlangsung di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat 21 – 23 September 2018.

Kepala Subdirektorat Pasar Segmen Binis dan Pemerintahan, Fahmy Akmal, yang didampingi Ketua Perkumpulan Foodstratup Indonesia Yustinus Agung menjelaskan,  Kreatifood 2018 dihelat dengan arah baru yang bertujuan untuk meningkatkan subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan (startup) kuliner kepada kanal distribusi dan pemasaran produk serta meningkatkan peluang investasi baru dari sisi permodalan non perbankan.

“Kreatifood  2018 yang telah diselenggarakan di Surabaya, Medan dan Palembang telah berhasil mempertemukan antara reseller atau distributor dengan para FoodStartup Indonesia. Saat ini kembali digelar di Jakarta untuk mencari potensi baru bisnis bidang kuliner terutama khusus yang memiliki keunikan tersendiri produknya. Jadi kita lihat ayam goreng ataupun nasi goreng banyak pada umumnya. Tetapi kami mendukung pelaku usaha menjual keunikannya contohnya menjual Nasi Goreng Kebab itu memiliki kreatifitas tersendiri,” kata Fahmy dalam jumpa persnya, Kamis (20/9/2018).

Menurutnya, selama kegiatan ini berlangsung, hampir seluruh peserta Kreatifood 2018 telah berhasil memperluas pasarnya di wilayah kota Medan dan sekitarnya.

“Peserta Kreatifood 2018 merupakan pelaku ekonomi kreatif yang ikut dalam kompetisi Food Starup Indonesia yang juga merupakan program Bekraf melalui deputi Akses Permodalan. Kami bantu mereka menemukan pasar termasuk juga mempertemukan mereka dengan para calon investor. Selama ini bisnis kuliner itu hanya booming di awal tapi setelah enam bulan kemudian ternyata sudah tutup,” ungkapnya.

Helmy mencontohkan, salah satu brand peserta Kreatifood 2018 kini telah mengekspor 100 ribu tea bag ke Singapura dan sedang menjajaki ekspor ke Vietnam, Kamboja dan Brazil.

Yustinus Agung selaku Ketua Perkumpulan Food Start-up Indonesia menyebut, kontribusi PDB ekonomi kreatif (ekraf) subsektor kuliner tahun 2016 adalah yang terunggul berdasarkan survei khusus ekraf oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu mencapai 41,4 persen.

Pada tahun 2016, nilai ekspor kuliner mengalami peningkatan sebesar 6,92 persen menjadi 1.206,5 juta dollar Amerika yang sebelumnya 1.179,0 Juta dollar Amerika. “Kegiatan Kreatifood 2018 ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Bekraf bagi subsektor penyumbang PDB ekraf terbesar tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, kontribusi Bekraf ini merupakan salah satu wujud intervensi pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif Indonesia.

“Dengan adanya keterlibatan penuh dari pemerintah, dan kerjasama pemerintah dengan pihak swasta, diharapkan menjadi akselerator perkembangan ekonomi kreatif menjadi lebih cepat serta dapat menginspirasi para pelaku ekonomi kreatif lainnya,” tuturnya. (Adji/tri)