Tuesday, 23 July 2019

Hilangkan Stigma Prostitusi, Ini Langkah Aparteman Kalibata City

Jumat, 21 September 2018 — 21:11 WIB
Walikota saat meninjau lokasi yang akan dibangun Posko Bersama.  (wandi)

Walikota saat meninjau lokasi yang akan dibangun Posko Bersama. (wandi)

JAKARTA –  Untuk menghilangkan stigma buruk  praktik prostitusi di aparteman Kalibata City, Pancoran, pengelola komplek hunian itu memutuskan membuat posko bersama. Posko ini dibangun di tower Sakura dan dipastikan dua minggu sudah selesai.

Walikota Jakarta Selatan,  Marullah Matali saat melihat posko bersama yang akan dibangun di Aprteman Kalibata City mengatakan,  stigma praktik prostitusi ini tak kunjung selesai sehingga membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pengelola komplek hunian itu memutuskan membuat posko.

“Untuk mengantisipasi praktik prostitusi,  Pemprov DKI Jakarta bersama Pengelola apartemen membangun posko bersama.  Posko bersama nantinya akan dihuni oleh Forum Komunikasi dan Informasi (Forkominfo) Jakarta Selatan meliputi perwakilan pemerintah kota, kepolisian, TNI, Kejaksaan dan Imigrasi,”terang Marullah Matali , Jumat (21/9).

Posko bersama tersebut tidak hanya melakukan pengawasan melainkan melayani masyarakat seperti data kependudukan maupun aduan lainnya. Lokasi posko bersama akan mulai ditata dalam satu atau dua pekan mendatang. Lokasinya, di lobi Tower Sakura dan diharapkan satu bulan ke depan sudah mulai berfungsi.

Selain itu kedepan dirinya meminta pengelola untuk semakin memperketat pengawasan salah satunya dengan penambahan Closet-Circuit Television Camera (CCTV) di sejumlah titik strategis termasuk pemasangan stiker imbauan.

Sementara itu Manager Kalibata City, Ishak Lopung mengungkapkan, pihaknya memang sudah menyediakan tempat untuk dibangun posko bersama sebagai bentuk dukungan kepada Pemprov DKI.

“Ini upaya untuk memudahkan koordinasi antara pengelola dan pihak-pihak yang ada di posko bersama. Mereka hanya mengawasi di luar dan menerima aduan, tapi apabila mau masuk ke tower tetap harus koordinasi dengan kami,” ungkap Ishak Lopung.

Sedangkan Mudalifah,  Dewan Pembina Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Ruman Susu (P3SRS) menambahkan, posko bersama ini minta selama 24 jam.  Sebab dirinya mengindikasikan praktik prostitusi ini dilakukan diatas jam 00.00 dini hari.

“Makanya posko ini harus buka selama 24 jam. Mudah-mudahan  nanti kita diharapkan tidak akan ada praktik tersebut, “terang Musdalifah.

Selain pihaknya juga akan mengadakan seminar tentang prostitusi dan bahaya Narkoba.  Dalam kegiatan ini pihaknya juga akan melibatkan BNN,  Pemerintah dan instansi terkait.  (wandi/win)