Tuesday, 16 October 2018

Ini Harapan Warga ke Presiden Mendatang

Sabtu, 22 September 2018 — 0:50 WIB
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden didampingi Ketua KPU

Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden didampingi Ketua KPU

JAKARTA – Pesta demokrasi untuk memilih presiden dan wakil presiden telah dimulai. Sedikitnya lima pekerjaan rumah (PR) diberikan warga bagi pemimpin mereka kelak.

Lima PR itu yakni menyediakan lapangan pekerjaan yang layak, harga sembako murah, terpenuhi hunian yang layak, peningkatan layanan kesehatan dan pelayanan pendidikan.

Udin,35, juru parkir yang tinggal di RT 01 RW 05 Kampung Koang,
Kelurahan Pegadungan, Jakarta Barat, berharap siapapun presidennya harus bisa mengendalikan harga-harga terutama pangan.

“Bagi kami yang penting harga sembako bisa murah. Jangan sampai warga tidak mampu membeli bahan pangan. Dan akhirnya mati kelaparan,” tandas Udin, Jumat (21/9/2018).

KESEHATAN & PENDIDIKAN

Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah menyangkut pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Menurut H. Ferdy Nuhdjaja, Ketua RW 02 Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, selama ini kelompok warga tidak mampu masih kerap terkucilkan dari pelayanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas. Berbagai program yang digulirkan kerap tidak tepat sasaran.

“Masih banyak warga miskin kesulitan untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan pendidikan yang baik. Misalnya kesulitan mendapat kamar perawatan dan lainnya. Sudah sepatutnya presiden dan wakil presiden mendatang fokus pada sektor ini,” imbuh Ferdy. .

Sedangkan Warnan Egar, Ketua RW 03 Kelurahan Kamal, Jakarta Barat, menyoroti tentang banyaknya warga yangmasih kesulitan menperoleh hunian layak.

“Melambungnya harga properti kian tidak terjangkau oleh warga yang berkantong pas-pasan. Saya kira sudah sepatutnya pemimpin bangsa yang akan datang memikirkan ini. Paling penting bagaimana rakyatnya bisa hidup di rumah yang manusiawi dengan harga terjangkau,” tukasnya.

Lain lagi dengan Hanafi, 36, PHL di kantor Walikota Jakbar. Ia berharap presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 bisa menjamin ketersediaan lapangan kerja. “Jangan hanya sekedar janji tapi bukti. Presiden harus mampu sediakan lapangan pekerjaan untuk mensejahterakan rakyatnya,” ucapnya. (rachmi/ruh/st)