Tuesday, 18 December 2018

Mengenal Bagas dan Bagus, Si Kembar yang Bawa Indonesia Kejutkan Iran

Sabtu, 22 September 2018 — 2:30 WIB
Bagas Kaffa dan Bagus  Kaffi berfoto bersama usai membawa Timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF U-16 2018. (Instagram Bagus Kahfi)

Bagas Kaffa dan Bagus Kaffi berfoto bersama usai membawa Timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF U-16 2018. (Instagram Bagus Kahfi)

JAKARTA – Dua saudara kembar, Amiruddin Bagus Kaffi Alfikri dan Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi, tampil menawan dalam laga pembuka babak penyisihan Grup C Piala Asia U-16 2018, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (21/9/2018). Sepasang gol yang mereka cetak berhasil membawa tim nasional (Timnas) Indonesia U-16 menaklukkan Iran U-16.

Bagus yang berposisi striker mencetak gol cepat pada menit keempat. Sementara, Bagas yang diplot sebagai bek memastikan kemenangan Indonesia menjadi 2-0 lewat golnya pada menit 90+1.

Tak ayal, berkat penampilannya itu Bagas dan Bagus pun langsung mencuri perhatian. Lantas siapakah Bagas dan Bagus? Berikut profil singkat dua saudara kembar tersebut.

(BacaSepasang Gol Kembar Bawa Indonesia Taklukan Iran)

Bagas dan Bagus adalah sepasang anak kembar dari pasangan suami istri Yuni Puji Istiono dan Dewi Kartikasari. Mereka lahir di Magelang, Jawa Tengah, 16 Januari 2002.

Meski kembar, mereka tetap menggunakan panggilan kakak dan adik. Bagas Kaffa adalah kakak, dan Bagus Kaffi adalah adik.

Bakatnya dalam sepakbola memang sudah terlihat sejak masa kanak-kanak. Adalah sang ayah yang kemudian mendorong mereka lebih serius mengasah bakat tersebut sehingga Si Kembar dimasukkan ke sekolah sepakbola (SSB).

SSB Putra Harapan di Magelang menjadi tempat pertama Bagas dan Bagus mengasah keahlian mengolah si kulit bundar. Seiring berjalannya waktu Si Kembar pun berpindah latihan dari satu SSB ke SSB lain: SSB Gelora Putra Deltras (Sidoarjo), SSB Blue Eagle (Jakarta), SSB Undip, dan SSB Putra Kalimantan Tengah.

Dua remaja ini juga pernah bermain di Frenz United Malaysia dan Chelsea Singapura. Bahkan sebelum di Timnas U-16, Bagas dan Bagus juga masuk dalam Timnas U13 dan berhasil menjadi juara di Filipina.

(BacaJokowi Apresiasi Kemenangan Timnas Indonesia U-16 Atas Iran)

Karena sibuk mengikuti latihan Timnas U-16 hingga membawa Indonesia juara di Piala AFF U-16, Bagas dan Bagus sempat kesulitan mendapatkan sekolah. Harapan untuk masuk di SMA Negeri 5 Kota Magelang tak kesampaian karena telat mendaftar.

Sebelumnya, pendidikan mereka di level SMP juga sempat terganggu karena karier bolanya. Mereka tak bisa meneruskan sekolah MTsN Kota Magelang karena harus bergabung dengan klub Frenz United di Malaysia. Mereka akhirnya mendapat ijazah Paket B dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kuncup Mekar.

Secara fisik, Bagas dan Bagus pun memiliki kemiripan identik. Bahkan, pelatih Fakhri Husaini sempat keliru dengan menempatkan Bagas sebagai penyerang ketika Bagus tidak dipanggil dalam seleksi di Yogyakarta.

Meski memiliki wajah yang mirip, tapi ternyata ada cara untuk mengenali Bagas dan Bagus sehingga tak tertukar. Cara pertama adalah melihat tinggi badannya.

Bagas memiliki potur tubuh lebih tinggi yakni 170 cm daripada Bagus yang 168 cm. Selain itu, Bagas punya codet bekas luka jahitan di bawah mata, sedangkan Bagus tidak. (*/ys)