Tuesday, 16 October 2018

World Cleanup Day, Aktivis Gelar Aksi Bersih-bersih Sungai dan Pantai

Senin, 24 September 2018 — 0:27 WIB
wpid-img-20180923-wa0012.jpg

JAKARTA – Dalam rangka World Cleanup Day (Hari Kebersihan Dunia) kalangan aktivis, masyarakat, dan dunia usaha terlibat aksi bersih-bersih sampah di sungai dan pantai di berbagai daerah, akhir pekan lalu.

Doharapkan, aksi bersih-bersih sampah yang dilakukan berbagai elemen masyarakat beberapa waktu lalu, hendaknya tidak sekadar menjadi simbol. Lebih dari itu, kegiatan yang merupakan bagian dari World Cleanup Day tersebut, diharapkan bisa menjadi momentum untuk menggugah kesadaran masyarakat (awarenness).

“Karena hanya dengan kesadaran, maka persoalan sampah bisa teratasi,” kata Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia Muharram Atha Rasyadi di Jakarta, Minggu (23/9).

Tak kalah penting, kata Atha, adalah tindak lanjut dari kegiatan bersih-bersih sampah itu sendiri. Dari sisi masyarakat, hendaknya semakin sadar akan bahaya sampah sehingga mereka bisa mengubah perilaku.

“Sedangkan dari sisi perusahaan berinovasi agar bisnis yang dijalankan menjadi lebih bersih, terutama untuk meminimalisasi produk-produk berkemasan yang sulit terurai,” jelas Atha.

Begitupun, Atha tetap memberikan apresiasi kepada semua pihak yang turut berperan serta dalam kegiatan itu. Atha juga berharap, melalui kegiatan tersebut. Tidak terkecuali, unsur perusahaan termasuk Pertamina. “Jadi kita apresiasi kepada semua pihak, termasuk perusahaan dan berbagai komunitas,” lanjutnya.

Menurut Atha, aksi bersih-bersih sampah yang dilakukan berbagai elemen akhir pekan lalu merupakan bagian dari aksi global yang dilakukan di seluruh negara di dunia.

Kegiatan ini sangat penting, karena realitanya, saat ini wilayah pesisir, sungai, dan perkotaan sudah tercemari sampah, terutama sampah plastik. Dan meski banyak pihak melakukan pada tanggal 15 September, Atha berharap bahwa kegiatan ini bisa dilakukan selama satu bulan dan menjadikan bulan September sebagai bulan cleanup.

Akhir pekan lalu, seluruh aktivis, relawan, dan berbagai pihak yang peduli lingkungan melakukan aksi bersih-bersih memungut sampah. Aksi dilakukan terkait
World Cleanup Day yang merupakan aksi sosial global dengan tujuan memerangi masalah sampah global.

Pertamina misalnya, melakukan aksi tersebut di berbagai wilayah di Indonesia, antara lain di Indramayu serta Karimunjawa.

Di Indramayu, di antaranya BUMN tersebut menggalang seribu pelajar dan warga untuk turut berpartisipasi membersihkan Kali Prajagumiwang dan Kali Cimanuk Lama. Sedangkan di Karimunjawa, kegiatan dilakukan di Pantai Nyamplung Ragas. Tidak hanya membersihkan sampah, BUMN itu juga menggelar workshop bagi masyarakat dan pelajar terkait pengelolaan sampah. (*/win)