Tuesday, 16 October 2018

Direken Seperti Tiang Telepon Pengantin Baru Bunuh Istri

Selasa, 25 September 2018 — 7:25 WIB
cekik

RUPANYA Salamun, 26, memang lelaki emosian. Cuma dibilang istri hitem dan jelek, biar masih pengantin baru tega membunuh Suwarni, 30. Caranya pun sadis, pas istri tidur langsung dibekap bantal, ya wasalamlah. Dalam pemeriksaan dia mengaku tak terima dikatakan begitu. Memangnya tiang telepon?

Cinta itu membut orang jadi pemaaf. Tapi jika perkawinan berlatar belakang kasihan atau kepepet, sifat pemaaf itu nihil. Bisa saja, hanya karena kesalahan kecil pasangannya, dinyinyiri terus seperti oposisi pada pemerintah. Tapi itu masih mending. Saking tak ada lagi kata maaf bagimu, banyak juga yang tega membunuh istri sendiri.

Salamun warga Gantar, Kabupaten Indramayu (Jabar), mestinya masih menikmati hari-hari bahagia sebagai pengantin baru. Tapi baru jadi pengantin tiga hari , kemesraan itu telah sirna, berubah menjadi kebencian yang semakin mengerucut, dan nyaw istri pun dipaksa out!

Sebagai anak muda seusia Salamun, mestinya masih saatnya tebar pesona mencari calon pasangannya. Tapi sayangnya, tak ada yang tertarik padanya. Sudah tidak kaya, tampang juga terlalu standar, tinggi, kurus, item lagi. Jadi mirip-mirip tiang telpon milik Telkom, hanya tengah atau pas perut Salamun tak ada cat putihnya.

Lalu ada dua keluarga berusaha berkoalisi untuk menjodohkan dua sejoli. Salamun hendak dikawinkan dengan Suwarni yang berusia lebih tua 4 tahun dari Salamun. Awalnya anak muda menolak, masak kawin sama gadis yang mendekati emak-emak. Padahal kan yang suka emak-emak itu Cawapres Sandiaga Uno, itupun sekedar jadi alat kampanye.

Tapi ketimbang sampai tua tidak laku, ya sudahlah…..dia siap menikah dengan Suwarni, apa lagi tanpa harus teken 17 item pakta integritas segala. Resepsi diselenggarakan dengan meriah, tanggap tarling segala. Keluarga mertua memang siap mendanai secara total atas perkawinan ini, meski sebetulnya Salamun nyaris hanya modal tit…..eh burung.

Tapi ternyata baru beberapa hari jadi suami istri, Salamun sudah hilang rasa bahagianya. Sebab Warni sekarang sudah malas melayani ajakan menjalankan “sunah rosul”. Sebaliknya, istri lebih asyik main WA-nan dengan seorang lelaki. “Itu pacar lamamu ya?” tuduh Salamun.

Ternyata Suwarni menjawab garang, kalau iya mau apa? “Lho, kamu kan sudah jadi istri saya, nggak boleh begitu dong!” protes Salamun. Ternyata jawab istrinya lebih menyakitkan,
“Habisnya kamu jelek dan item.” Jawaban itu sangat membuat Salamun murka. Enak saja disebut item dan jelek, memangnya tiang telpon apa?

Saking emosinya, Salamun jadi kehilangan rasa maaf pada istri sendiri. Saat istri tertidur pulas, tiba-tiba dibekap bantal sampai tak bisa bernapas. Begitu Warni telah wasalam, dia kabur. Keruan saja itu menimbulkan kecurigaan polisi. Salamun dikejar dan sehari kemudian tertangkap. Dalam pemeriksaan Polres Indramayu dia mengaku kesal, karena disebut item dan jelek.

Jelek mungkin iya, tapi biar item kan tidak mau seperti kali Item Asian Games, kan? (DC/Gunarso TS)