Sunday, 17 February 2019

Pelajar yang Gantung Diri Tinggalkan Surat Permintaan Maaf

Selasa, 25 September 2018 — 13:59 WIB
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban.(ist)

Petugas saat mengevakuasi jenazah korban.(ist)

DEPOK –  Sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, pelajar  SMP di Bojonggede, ternyata meninggalkan surat  wasiat ‘permintaan maaf’  dengan menggunakan komputer.

Kapolsek Bojonggede, Kompol Agus Koster Sinaga mengatakan dari hasil penggeledahan di kamar korban petugas menemukan dua lembar kertas dengan tulisan komputer.

“Dua lembar kertas yang baru diprint oleh korban berisi wasiat ‘permintaan maaf’ saja,”ujar Kompol Agus.

Posisi korban saat ditemukan tergantung diventilasi dapur dengan tali rapiah hijau,  bertelenjang dada dan menggunakan celana panjang SMP warna biru.

“Posisi sudah tergantung leher terlilit tali rapiah warna hijau diatas ruang ventilasi pintu dapur belakang,” katanya.

Mantan Kanit Resmob Polda Metro Jaya ini menambahkan  korban ditemukan oleh ibunya yang baru pulang kerja. Ketika masuk ke dalam rumah dengan pintu tidak terkunci dan gelap, dia langsung pingsan   saat melihat kondisi puteranya.
“Saksi Hamdan mendengar teriakan histeris ibu korban dan saat dihampiri  setengah pingsan sambil menatap ke arah anaknya yang bunuh diri di kusen pintu kamar belakang arah dapur,” tutupnya. (angga/tri)