Tuesday, 16 October 2018

Ditertibkan, Pedagang Kaki-5 Ini Mengaku Sudah Tertib

Rabu, 26 September 2018 — 0:12 WIB
Pedagang hewan yang kebingungan saat petugas datang merazia. (Ifand)

Pedagang hewan yang kebingungan saat petugas datang merazia. (Ifand)

JAKARTA – Razia pedagang kaki-5 digencarkan petugas Satpol PP Jakarta Timur di kawasan Jatinegara. Kali ini, penjual hewan yang biasa menggelar lapak dagangannya di trotoar ditertibkan.

Aksi protes pun dilakukan pedagang. Karena menurut mereka, selama ini berjualan di belakang garis kuning dan tidak memenuhi trotoar. “Jangan main tertibkan saja, ini saya sudah berjualan di belakang garis kuning dan masih ada sisa trotoar untuk digunakan berjalan,” kata Herman, pedagang, Selasa (25/9).

Dikatakan Herman, selama ini juga ia bersama pedagang lainnya sudah mematuhi aturan yang ditetapkan. Sehingga penjalan kaki masih dapat melintas, meski dirinya mengelar dagangannya di atas trotoar.

“Pak ini ngak bisa gini dong, ini kan sudah dirapikan, kami semua sudah berada di posisi yang ditentukan, nggak ada yang melanggar,” ungkapnya.

Namun, aksi protes tersebut tidak diindahkan, petugas menilai bahwa keberadaan trotoar untuk pejalan kaki, dan bukan untuk pedagang kaki-5 maupun area parkir. Akibatnya sejumlah barang-barang pedagang seperti aquarium, terpal, dan kandang kucing pun tak luput diangkut petugas ke mobil Satpol PP.

Terkait hal itu, Kasatpol PP Jakarta Timur, Hartono Abdullah mengatakan, bahwa razia yang digelar pihaknya dilakukan secara serentak di wilayah Jakarta Timur. Hal itu dilakukan guna mesterilisasi trotoar yang di akusisi oleh para pedagang kaki-5. “Sesuai perintah dari pimpinan, razia ini untuk sterilisasi trotoar dari pedagang kaki-5 dan JPO di jaktim,” ungkapnya.

Dikatakan Hartono, dirinya tak menampik jika cukup banyak trotoar yang ada di Jakarta Timur di akusisi oleh para pedagang kaki-5. Untuk itu kedepannya dirinya akan terus melakukan patroli, sekaligus melakukan penjagaan trotoar agar steril oleh keberadaan para pedagang. “Kedepan kami akan lakukan penjagaan agar tak ada lagi yang tumpah ke trotoar,” terangnya.

Menyikapi, protes oleh pedagang, Hartono menegaskan bahwa apapun bentuknya trotoar tidak diperuntukan untuk pedagang kaki-5. Dan aksi protes yang dilakukan dinilai hanya alasan pedagang saja. “Saya kira tidak ada Gubernur memberikan kebijakan terhadap trotoar yang memang itu sudah standar untuk para pejalan kaki dan disabilitas,” tegasnya.

Hartono menegaskan, pihaknya akan menindak tegas pedagang kaki-5 yang akan kembali lagi berdagang di atas trotoar. Sehingga trotoar tidak lagi digunakan usaha oleh para pedagang. “Ki akan terus lakukan penertiban baik penjagaan maupun tindakan represif, agar trotoar yang ada bisa dimanfaatkan pejalan kaki,” tukasnya. (Ifand/b)