Thursday, 19 September 2019

Survei Indikator: Masyarakat Cenderung Memilih Jokowi-Ma’ruf

Rabu, 26 September 2018 — 17:24 WIB
indikator2

JAKARTA – Temuan Survei Nasional tentang elektabilitas kedua pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden disampaikan oleh lembaga  survei Indikator Politik Indonesia pada Rabu (26/9) di Cikini, Jakarta Pusat.

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil surveinya terhadap 1220 orang atau responden di berbagai wilayah Indonesia tentang pemilihannya nanti atas Presiden dan Wakil Presiden pilihannya, termasuk peta besar kekuatan politik masing-masing Capres dan Cawapres.

Orang-orang yang di survei tersebut diwawancarai secara tatap muka langsung dan ditanyakan berbagai pertanyaan tentang pendapat nya mengenai capres dan cawapres yang akan maju di pemilihan Presiden nanti.

Berbagai temuan-temuan hasil survei di sampaikan pada acara ini, seperti kondisi sosial ekonomi yang  cenderung stabil atau positif, kondisi politik, hukum, dan keamanan, masih pada arah yang positif, serta kepuasaan akan kinerja dan kepercayaan pada Presiden Jokowi yang cenderung stabil dan masih tinggi.

“Yang menyatakan kondisi ekonomi sekarang lebih baik dibanding tahun lalu lebih banyak dari yang mengatakan lebih buruk,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, Rabu, 26/09/2018.

Menurut Burhanuddin, kepuasan kinerja dan keyakinan atas kemampuan memimpin Jokowi juga cukup tinggi, yakni 60,7 % yang menyatakan cukup puas, 11,7% sangat puas, 23,4% kurang puas, 2,7% tidak puas sama sekali dan 1,6% menyatakan tidak tau.

“Kita tanyakan ke mereka, bahwa sejak 20 okteber Jokowi memimpin Indonesia apa sejauh ini Ibu/bapak sangat puas, cukup puas atau bahkan tidak puas sama sekali. Tapi hasilnya mereka mengaku cukup puas.

Survei dilakukan dari tanggal 1 hingga 6 September 2018 ini diperoleh kesimpulan bahwa sebagian besar (paling tidak hingga awal bulan September 2018), masyarakat cenderung mendukung atau memilih Jokowi dan KH Ma’aruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden 2019 nanti.

Atau,  dengan kata lain elektabilitas dari capres dan cawapres ini cenderung stabil selama setahun terakhir dan tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Pesta demokrasi sudah dimulai, pemilihan presiden yang dilakukan serentak pada 17 April 2019 ini menyedot perhatian yang amat tinggi bagi masyarakat, masa-masa kampanye akan di mulai di tahun-tahun ini, seyogyanya kita sebagai warga Negara Indonesia memilih secara bersih dan damai demi tercapainya nawacita bangsa Indonesia.

Survei digelar dengan wawancara langsung dalam kurun 1-6 September 2018. Metodologi survei adalah multistage random sampling dengan bertanya kepada warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilu. Jumlah responden 1.220 orang. Margin of error survei sebesar kurang-lebih 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. (m5/win)