Monday, 10 December 2018

Etika Pemerintahan Jokowi Dinilai Rendah

Jumat, 28 September 2018 — 20:33 WIB
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional, Dahnil Anzar

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional, Dahnil Anzar

JAKARTA – Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional, Dahnil Anzar mengkritik masuknya 15 menteri dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-KH. Ma’ruf Amin.

Dahnil menilai standar etika pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) rendah. Pasalnya, jabatan juru kampanye dinilai akan mengganggu kinerja sebagai menteri.

“Bagi saya standar etika sebagai politisi, sebagai negawaran. Bagi saya standar etika pemerintahan Pak Jokowi terkait hal itu rendah. Kenapa? Karena pasti terganggu ya kerja menteri itu. Enggak mungkin enggak terganggu,” kata Dhanil di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (28/9/2018).

Bahkan, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah tersebut menilai rawan terjadi penyalahgunaan wewenang dan jabatan. “Itu berbahaya,” ujar Dahnil.

Koalisi Indonesia Adil Makmur, lanjut Dahnil, sebagai pengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno tetap pada pendirian awal tidak akan melibatkan kepala daerah dalam struktur Badan Pemenangan Nasional.

“Nah kalau tim Prabowo-Sandiaga jelas. Bahkan Pak Prabowo dan Bang Sandiaga mengatakan kepala daerah yang dari partai politik Prabowo-Sandiaga itu tidak diperkenankan masuk timses tapi silahkan bekerja sebagaimana mestinya untuk pelayanan publik,” tandas Dahnil.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowio-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding sempat menyebut masuknya 15 menteri kabinet Jokowi dalam TKN sah sah saja. Pasalnya, menteri pada dasarnya adalah jabatan politik.

“Pandangan yang benar penjabat politik bolehlah berpolitik. Mereka itu adalah orang politik jadi menteri, sebagian besar rekomendasi politik dan rata-rata kader partai. Mereka bisa cuti itu fasilitas instrumen yang diberikan UU dan PKPU,” kata Karding. (Yendhi)