Monday, 15 July 2019

Akses ke Donggala Masih Terputus

Sabtu, 29 September 2018 — 22:26 WIB
Kepala pusat data informasi dan humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. (cw2)

Kepala pusat data informasi dan humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. (cw2)

JAKARTA – Sampai sore tadi, akses ke Palu dan Donggala masih mengalami kendala. Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun masih belum mendapatkan informasi terkait kondisi pasca gempa bumi yang mengguncang Kota Palu dan Donggala kemarin (28/9/2018) sore, akibat hal tersebut.

Seperti diketahui pasca gempa bumi Jumat kemarin, jaringan listrik padam, hanya terdapat dua gardu listrik di Kota Palu yang berfungsi sedangkan di Donggala masih belum diketahui. Sebab, jaringan komunikasi di Donggala masih terputus. Sehingga segala informasi pasca gempa di Donggala belum diperoleh oleh BNPB.

“Kita masih belum mendapat informasi apapun. Komunikasi masih putus, masih lumpuh total, tidak ada informasi yang bisa kita dapat untuk wilayah di Donggala,” ujar Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).

Padahal kata Sutopo, daerah Donggala terdampak lebih luas daripada di Kota Palu. Terlebih, intensitas gempa di Donggala lebih kuat daripada di Kota Palu. Namun karena komunikasi yang masih terputus, sehingga pihaknya juga belum bisa berkoordinasi dengan pihak setempat dan mendapatkan informasi terkait korban gempa serta kerusakan bangunan di sana.

Sejauh ini, gempa susulan pasca gempa kemarin telah terjadi 131 kali dengan gempa yang terasa guncangannya sebanyak lima kali. Sementara untuk korban sendiri di Kota Palu, ada sebanyak 384 jiwa dinyatakan meninggal dunia, 540 orang luka berat dan 29 orang lainnya dinyatakan hilang.

Sebelumnya diketahui, gempa bumi berkekuatan 7,4 SR (skala ritcher) mengguncang Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa ini juga memicu terjadinya tsunami di Pantai Donggala dan Pantai Talise Palu. Di mana tsunami ini muncul setelah 20-25 menit pasca gempa bumi, diikuti gelombang selanjutnya. (cw2/b)