Wednesday, 12 December 2018

Ketua DPP PKS : Perbedaan Itu Suatu Keniscayaan

Sabtu, 29 September 2018 — 7:09 WIB
Diskusi menjaga kebhinnekaan dalam kampanye Pilpres 2019’ (rizal)

Diskusi menjaga kebhinnekaan dalam kampanye Pilpres 2019’ (rizal)

JAKARTA – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, jika semua elemen masyarakat memehami tujuan pilpres untuk memilih presiden, maka tak akan dikotori dengan berita hoax, fitnah dan provokatif. Sebab, kalau kampanye dengan hoax, maka yang akan terpilih presiden yang buruk.

“Hoax dan fitnah kalau terus-menerus dilakukan maka akan menjadi pembenaran masyarakat. Untuk itu pula, elit kedua capres harus menyadarkan masyarakat. Kalau tidak, maka presiden yang terpilih adalah yang buruk, hoax,” tegas Sekjen PKB itu dalam diskusi 4 pilar MPR RI ‘Menjaga kebhinnekaan dalam kampanye Pilpres 2019’ bersama Ketua DPP PKS H. Jazuli Juwaini dan pengamat politik Islam dari UIN Syahid Jakarta, Adi Prayitno, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (28/9).

Karena itu lanjut Karding, persatuan dan kesatuan bangsa ini jangan dikotori dengan hoax. Mengingat berdirinya NKRI ini justru atas kebhinekaan, keragaman, kemajemukan bangsa yang bersatu untuk merdeka dari penjajah. Apalagi, gagasan dan komitmen persatuan itu sudah ada sebelum Indoensia merdeka.

Ketua DPP PKS H. Jazuli Juwaini mengatakan, bahwa Bhinneka Tunggal Ika merupakan satu gen yang telah tertanam, jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Bahkan kemerdekaan Republik Indonesia ini juga salah satunya didorong oleh Gen Bhinneka Tunggal Ika artinya Bhinneka Tunggal Ika itu kan berbeda-beda tetapi satu tujuannya” katanya.

Ia mengatakan, bahwa perbedaan itu suatu keniscayaan dan perbedaan itu kadang juga sumber kebahagiaan , Macam mana kalau kita hidup tidak.

“Berbeda semua laki terus atau sebaliknya kalau semua perempuan terus, gawat juga kita,” katanya. (rizal/b)