Tuesday, 16 October 2018

Dongkol Dinyinyiri Bini Gara-Gara Memiliki WIL

Minggu, 30 September 2018 — 7:20 WIB
cekik

WIL ITU proyek padat modal, tapi Sanjaya, 42, nekat memiliki meski gaji pas-pasan. Akibatnya cepat ketahuan bini, Sari, 45. Meski tak menuntut cerai, tapi hampir tiap hari terus dinyinyiri macam oposisi. Saking jengkelnya, Sari pun dicekik di saat tidur. Di depan polisi Sanjaya mengaku, emosi karena dinyinyiri terus.

Lelaki itu pada dasarnya pembosan, sampai soal teman hidup. Kalau bisa istri lebih dari satu, sehingga ada variasinya. Meski dalam Islam dibolehkan sampai berbini 4, tapi tak semuanya mampu. Sebab kesiapan onderdil dan materil tidak berbanding lurus. Kebanyakan, hanya kuat syahwat tapi lemah di semat (harta). Bagi yang punya iman, nrimo fokus pada istri tunggal. Tapi yang berat ke “imin”, mulailah main-main dengan WIL alias Wanita Idaman Lain.

Sanjaya warga Plumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Jawa Barat rupanya termasuk lelaki kaya nafsu miskin harta. Setiap melihat perempuan cantik, nafsunya langsung mengerucut. Dalam benaknya muncul pikiran-pikiran kotor, betapa asyiknya bisa berkoalisi sekaligus eksekusi perempuan itu.

Sebetulnya dia ingin poligami, tapi dana tidak mencukupi. Gaji yang masih kecil, tak memungkinkan bisa memanjakan syahwatnya. Apa mau jadi lelaki istikomah dalam arti istri tiga kontrak rumah? Apa pinjam ke bank? Mana ada bank mau mendanai orang royal perempuan.

Tapi karena jiwa petualangannya akan wanita tak bisa dikendalikan, diam-diam Sanjaya nekad punya WIL. Katanya, punya WIL itu sensasinya pol! Istri sendiri disenggol tak menimbulkan strom, WIL disenggol sedikit saja stromnya langsung 220 volt. Itu baru urusan jalan bareng. Kalau sampai tidur bareng, wooo…..malah nggak bisa tidur jadinya.

WIL itu memang proyek padat modal. Maka dengan gajinya yang kecil, Sanjaya harus pandai-pandai mengelola postur anggaran rumahtangga. Tapi jebol juga, sehingga gaji sebulan yang mustinya semua ke istri, sebagian diswit untuk mendanai WIL-nya. Karena defisit anggaran terus berkelanjutan, lama-lama ketahun istrinya bahwa dia punya WIL.

Untungnya Ny. Sari termasuk wanita bijaksana. Meski hatinya luka seperti Betaria Sonatha, dia tak minta dikembalikan ke rumah orangtua, atau menuntut cerai. Sebab Sanjaya bernjanji tak mengulangi lagi. Cuma ya itu tadi, sekarang mulut istrinya jadi setipis kartu ATM-nya Cawapres Sandiaga Uno. Masalah apa saja dihantamkan ke Sanjaya mengenai WIL-nya.

Misalnya saja saat masakan istri tak enak, Sari memojokkan suami dengan mengatakan, “Sana WIL-mu suruh masakin.” Ketika anak minta duit buat jajan tak dikasih, langsung Sari menyerang suami, “Kalau WIL yang minta, berapapun dikasih.” Bahkan ketika melintas depan rumah wanita cantik, kembali istri menyinyiri suami. “Sama WIL-mu cantikan mana?”

Begitulah, setiap hari Sanjaya diserang istrinya terus, seperti Jokowi diserang oposisi dan barisan kampret. Kalau Jokowi dengan bilang “aku ra papa” semuanya selesai. Lha kalau Sanjaya? Beberapa hari lalu dia benar-benar marah, sehingga pas Sari tidur siang, langsung dicekiknya sampai meninggal 15 menit kemudian. Polisi pun segera menangkapnya. Dalam pemeriksaan Sanjaya mengaku tak tahan setiap hari dinyinyiri istri.

Biar nggak nyinyir, plester saja mulutnya pakai lakban. (RO/Gunarso TS)