Sunday, 21 July 2019

Jokowi Diminta Tidak Kampanye Saat Salurkan Bantuan Kepada Korban Gempa

Minggu, 30 September 2018 — 1:16 WIB
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono. (cw6)

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono. (cw6)

JAKARTA – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono berharap Presiden Joko Widodo tidak memakai fasilitas negara saat menyalurkan bantuan yang ada hubungannya dengan kampanye ke korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Cuma yang jadi masalahkan salah satu kandidat ini sekarang posisinya sebagai presiden tentu ini yang harus dibatasi jangan sampai kemudian fasilitas kenegaraan itu kemudian digunakan untuk ini,” ucapnya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9/2018).

Pernyataan itu diucapkan Ferry usai Bawaslu RI mengingatkan paslon capres-cawapres dan partai politik untuk tidak menyalurkan bantuan yang dibungkus logo partai politik atau nomor urut kandidat pilpres untuk korban gempa dan tsunami. Kubu Prabowo-Sandi pun siap mematuhi peraturan itu.

“Jadi menurut kami memang harus, cuma kalo aturannya melarang menggunakan atribut partai ya saya rasa kita bisa tetap menolong tanpa harus menggunakan atribut partai,” paparnya.

Sementara itu, lanjut Ferry, dalam waktu dekat ini Prabowo-Sandi akan berkunjung ke Palu dan Donggala untuk melihat situasi terkini pasca gempa dan tsunami.

“Tapi di luar itu sih kita harus dalam waktu dekat ini kita akan ke sana, kemarin ke lombok pun pak prabowo pak sandi juga datang dan juga memberi bantuan gitu,” tandasnya. (cw6/b)