Saturday, 15 December 2018

Mahasiswa Jaman Now Pilih Tinggal di Apartemen Dari Pada Kamar Kos-kosan

Minggu, 30 September 2018 — 12:47 WIB
Proses Groundbreaking Nayumi Sam Tower di Malang, Jatim.(Ist)

Proses Groundbreaking Nayumi Sam Tower di Malang, Jatim.(Ist)

JAKARTA –  Lokasi sekitar kampus  disejumlah kota besar menjadi salah satu lokasi strategis yang dilirik pengembang atau develover untuk membangun  apartemen.

Para pengembang yakin, mahasiswa dan kalangan milenial adalah pasar yang  positif untuk apartemen yang dibangunnya, mengingat belakangan ini, mahasiswa cenderung menyewa apartemen daripada tinggal dirumah kos.

Melihat perkembangan tersebut, Komisaris Nayumi Group Rusdi Basalamah optimis membangun apartemen dilingkungan kampus. Lokasi yang dipilih Nayumi Group kali ini adalah Kota Malang, Jawa Timur.

“Kami melihat mahasiswa saat ini cenderung memilih menyewa apartemen. Karena itu saat ini banyak apartemen dibangun disekitar perguruan tinggi, seperti di Universitas Indonesia, Universsitas Bina Nusantara (Binus), IPB Dramaga, Bogor, dan lainnya,” kata Presiden Komisaris Nayumi Group Rusdi Basalamah yang pada Sabtu (29/9/2018) melakukan  peletakan batu pertama (ground breaking) Apartemen Nayumi Samtower (NST) dan Yello Hotel  di Jalan Soekarno Hatta No.18, Kecamatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur.

rusdi

Teks : Presiden Komisaris Nayumi Group Rusdi Basalamah .(Ist)

Rusdi mengungkapkan, Malang kini menjadi salah satu kota pelajar dan kebutuhan akan apartemen relatif tinggi. Setiap tahunnya, terdapat sekitar  sekitar 45.000 mahasiswa baru di kota apel tersebut dan sekitar 10 persen atau 4.500 adalah mahasiswa mandiri.

“Di Malang terdapat 62 perguruan tinggi dan 26 di antaranya berada di Kecamatan Lowokwaru, kata Camat Lowokwaru, Imam Badar. Diantaranya Universitas Brawijaya, Unisma, Politeknik Malang, UMM dan lainnya,” ujar Rusdi yang optimis membangun ditengah pasar properti yang sebagian tengah ‘tidur’.

Nayumi Group akan membangun dua menara dan satu hotel, yaitu Hotel Yello di lokasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Sejak lima bulan dipasarkan, NST sudah terjual 35 persen dari 1.070 kamar berlantai 23 (Platinum) dan 22 (Emerald).

“Kami optimis pada akhir tahun penjualan NST mencapai 55-60%,” kata Rusdi yang optimis apartemen ini akan selesai dalam waktu 2 tahun (24 bulan).

Sementara untuk Hotel Yello ditargetkan pembangunannya selesai dalam waktu satu tahun.

“Ini komitmen kami untuk segera menyerahkan kunci kamar tepat waktu kepada pelanggan dan mahasiswa baru tahun-tahun berikutnya sudah dapat tinggal di hunian yang nyaman dan aman, serta dekat dari kampus,” kata pria yang menyasar golongan menengah atas dengan harga jual mulai Rp350 jutaan untuk tipe studio

Untuk proyeknya ini Nayumi Group mengeluarkan investasi sekitar Rp376 miliar yang 60%nya menggunakan dana internal dan sisanya dibantu bank. Saat ini pembelinya 60% penduduk lokal dan sisanya adalah warga Malang yang tinggal di luar kota.

“Mereka ingin investasi untuk disewakan kepada mahasiswa. Karena itu ada yang membeli hingga 10 kamar,” pungkas Rusdi. (tri)