Saturday, 20 October 2018

Penghargaan Bagi Sipir

Selasa, 2 Oktober 2018 — 4:44 WIB

PEREDARAN narkoba di Indonesia hingga detik ini belum bisa dihentikan. Bahkan dari dalam penjara pun mafia narkotika masih bisa mengendalikan bisnis laknat tersebut. Ironisnya mereka menjadikan sipir sebagai kaki tangan. Seolah tahu betul gaji sipir tak mencukupi kebutuhan keluarganya.

Sudah tak terhitung berapa banyak sipir yang terjerumus ke kubangan narkoba. Penyebabnya tentu saja uang yang menjadi raja segalanya. Warga binaan alias narapidana (napi) narkotika yang memiliki kantong tebal, dengan berbagai cara membujuk dan mengimingi setumpuk uang kepada sipir.

Itu sebabnya sudah tak terhitung jumlah petugas Lapas yang menjadi kaki tangan gembong narkoba. Berulang kali petugas kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) merazia kamar tahanan dan menemukan narkotika. Bahkan beberapa tahun silam kamar napi di Lapas Narkotika pernah disulap jadi pabrik pengolah narkoba.

Sangat ironis bila sipir dicap sebagai antek bandar narkoba. Ibarat pepatah nila setetes rusak air sebelanga, perbuatan segelintir oknum sipir membuat korps mereka tercemar. Tetapi yang terjadi di Lapas Cipinang, Senin (1/10/2018) kemarin berbeda. Petugas sipir menggagalkan penyelundupan shabu dengan modus diselipkan di lau nasi bungkus. Sipir jeli melihat kejanggalan pengiriman makanan.

Sebetulanya banyak upaya penyelundupan barang haram digagalkan oleh sipir. Hanya saja keberhasilan mereka tak menggaung karena tertutup oleh perbuatan teman lainnya yang justru memuluskan masuknya narkoba ke sel, atau membiarkan bandar bebas mengendalikan bisnis dari bali teralis besi.

Sipir sejatinya menjadi garda terdepan mengantisipasi masuknya narkotika ke Lapas maupun Rutan. Namun mereka juga manusia yang rentan terhadap godaan uang. Gaji aparatur sipil negara sekelas sipir yang tergolong kecil, membuat mental mereka rontok. Di sisi lain, penghargaan terhadap petugas beprestasi juga kurang terdengar.

Guna mencegah sipir menjadi kaki tangan napi, atau memungli pengunjung tahanan, pemerintah wajib memerhatikan sipir. Pertama, perhatikan gaji maupun remunerasi sipir supaya mereka tidak mudah tergoda. Kedua, terapkan reward and punishment. Jangan hanya menjatuhkan ganjaran hukuman kepada yang melanggar.

Petugas berprestasi juga punya hak untuk memperoleh penghargaan, apakah dalam bentuk kenaikan pangkat, kesempatan sekolah atau bentuk lainnya. Penghargaan bisa memompa semangat petugas untuk meningkatkan etos kerja.**