Saturday, 20 October 2018

Mempunyai Suami Drs Med Memilih Bercerai Sajalah

Rabu, 3 Oktober 2018 — 7:10 WIB
jadi drs

TERNYATA tongkrongan tak selalu berbanding lurus dengan tangkringan. Ini dialami oleh Mugiyo, 45, warga Surabaya. Ny. Lasmijah, 40, menyesal karena suami belum usia kepala 5 sudah jadi DRS Med di ranjang. Giliran dia cari “kepuasan” sendiri, suami tidak terima. Ya sudah, ini jadi alasan perceraian.

Jangan salah, DRS Med bukan lagi titel calon dokter, tapi kepanjangan: Dereng Rampung Sampun Medal alias ejakulasi dini. Banyak istri menderita gara-gara suami punya penyakit seksual semacam ini. Yang kuat imannya mencoba berobat dan bila gagal pasrahlah sudah. Tapi yang tidak kuat, mencoba cari solusi pakai PIL. Padahal ini sama saja mengatasi masalah tambah masalah baru.

Mugiyo warga Sambikerep Surabaya, dilihat dari penampilan luar, sungguh tampan, galant begitu. Makanya dulu Lasmijah ketika ditaksir Mugiyo langsung klepeg-klepeg dibuatnya. Dia siap dinikah kapan saja, di mana saja, kalau perlu sambil minum Coca Cola. Dan ternyata rumahtangga mereka cukup bahagia, dalam arti tak pernah ada masalah. Jika ada masalah, paling-paling masalah keuangan, karena gajinya sering tak cukup untuk hidup sebulan.

Tapi saat Mugiyo menginjak usia 40, munculah problem yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Dalam urusan ranjang, Mugiyo meski bukan mahasiswa kedokteran sudah menjandang gelar DRS Med. Maksudnya tak lain, istri belum apa-apa suami sudah selesai duluan. Andaikan guru SD, pasti Lasmijah nyeletuk duluan, “Tumpuk pinggir!”

Awalnya Lasmijah bisa memaklumi, mungkin beban pekerjaan di kantor makin berat. Lebih-lebih Mugiyo bekerja di laboratorium, sehingga sering berhubungan dengan alkohol. Ini pula yang menjadi faktor pendorong paling dominan. Makanya, meski istri masih menyala-nyala, Mugiyo sudah bagaikan kayu bakar habis kehujanan. Dimasukkan ke ke tungku mblebessss saja.

Lasmijah berulangkali menyarankan, untuk konsultasi ke dokter internis (penyakit dalam). Mugiyo tak pernah mau melakukan, sebab saran istrinya seperti tidak nyambung. Wong penyakit gituan kok dimasukkan kategori penyakit dalam. Dalam celana, ngkali!

Lantaran hasilnya selalu mengecewakan, Lasmijah sering ogah diajak menjalankan “sunah rosul” tersebut. Paling-paling DRS Med lagi, DRS Med lagi, bosan!

Tapi Lasmijah sendiri mau cari solusi jitu juga tidak berani. Cari berondong, malu. Sudah emak-emak kok punya PIL. Mending jadi emak-emak militan, ikut Sandiaga Uno bisa dijadikan Timses.

Maka solusi praktis yang dilakukan, setelah nanggung habis melayani suami, Lasmijah menyesaikan sendiri di kamar mandi pakai alat bantu wanita (dildo). Selama ini aman-aman saja, karena Mugiyo juga tak pernah mengurusnya. Dikiranya baik-baik saja, sehingga habis berbagi nafkah batin langsung tidur pulesss les…….

Tapi yang terjadi beberapa hari lalu sungguh beda. Terlalu lama di kamar mandi, menjadikan Mugiyo jadi curiga. Begitu melihat apa yang dilakukan istri, dia jadi marah dan tersinggung. Masak dirinya yang ganteng kayak bintang sinetron sejuta episode, kok dikalahkan oleh benda mati bikinan Taiwan. Solusinya, istri harus diceraikan. Padahal bagi Lasmijah, malah kebetulan bisa cari suami pengganti lagi.

Pokoknya, #2019 ganti suami ya mbak ya? (JPNN/Gunarso TS)