Monday, 15 October 2018

PMK Disukai Pedagang Mobil Daerah

Kamis, 4 Oktober 2018 — 0:40 WIB
Ketua P3MK Hendi Syahrial di depan show roomnya (ist

Ketua P3MK Hendi Syahrial di depan show roomnya (ist

SALAH satu ikon otomotif di Ibukota adalah Pasar Mobil Kemayoran (PMK) yang terletak di seberang Gedung PT Jiexpo. Di lokasi ini terdapat sekitar 200 show room berkapasitas ribuan unit mobil dan terdapat pusat 500 onderdil, aksesoris, serta bengkel yang jumlahnya mencapai 500-an kios.

Pelanggan setia dari PMK adalah kalangan masyarakat awam maupun kelompok pedagang mobil seken, baik yang berasal dari pasar mobil lain maupun kelas rumahan. “Pelanggannya dari berbagai penjuru Ibukota di wilayah Jabodetabek dan sejumlah daerah di Indonesia,” ujar Andreas, pedagang suku cadang di PMK Jl Raya Industri, Kemayoran, Jakpus.

“Untuk pelanggan dari kalangan pemilik mobil pribadi maupun pedagang mobil seken, lebih sering berhubungan dengan toko onderdil dan bengkel. Adapun pedagang mobil seken dari daerah sering kulakan mobil di PMK,” papar Andreas yang sudah belasan tahun berdagang pernak-pernik otomotif.

BERLANGGANAN

Effendi, salah satu pengusaha bengkel dari Bogor mengaku sudah puluhan tahun dia berlangganan di toko onderdil maupun variasi. “Minimal dua kali sebulan saya ke PMK untuk membeli spare part maupun variasi tertentu yang sulit didapatkan di tempat lain. Di sini lengkap sekali, mau mencari suku cadang terkecil seperti aneka baut, soket lampu, tali kipas, spion, remote alarm, laker, sil mesin, dan sebagainya. Semua ada di sini,” kata Effendi yang membeli berbagai kebutuhan otomotif untuk pelanggannya dalam urusan perbengkelan.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Mobil Kemayoran (P3MK) Hendri Syahrial menyatakan bahwa pelanggan pernak-pernik otomotif tak kalah ramainya dari konsumen mobil seken. “Setiap show room dan kios sama-sama punya pelanggan setia karena semua pedagang berkomitmen memuaskan pelanggan,” ujar pemilik show room Raden Auto.

Komitmen yang dijaga kuat para pedagang PMK antara lain menyediakan mobil berkualitas dengan surat legal, harga simpatik, ramah melayani, dan sebagainya. “Prinsipnya, untung tipis, lepas. Biar makin banyak pelanggan,” bebernya. (*/bu)

Teks foto: Toko onderdil dan variasi di Pasar Mobil Kemayoran (ist)