Saturday, 21 September 2019

Sejajar Rel, Puluhan Lapak dan Bangunan Liar di Beji ‘Dibabat’ Satpol PP

Kamis, 4 Oktober 2018 — 9:13 WIB
Petugas membongkar lapak dan bangunan liar disepanjang rel Beji, Depok.(M11)

Petugas membongkar lapak dan bangunan liar disepanjang rel Beji, Depok.(M11)

DEPOK –  Puluhan warung, lapak jualan makanan dan bangunan liar di sepanjang rel kereta mulai dari Pasar Kemiri Muka hingga Pipa Gas, Pondok Cina, Kec. Beji ‘dibabat’ habis jajaran satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kota Depok.

Pemilik sempat keberatan karena setiap bulan membayar uang sewa sebesar Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu ke oknum.

Tolong lah Pak jangan dibongkar. Saya belum dapat lokasi penganti untuk pindah dari sini, ” ucap Ny. Sutinah, pemikik warung rokok di, Beji kepada sejumlah petugas Satpol PP Kota Depok, Rabu (3/10/2018).

Rengekan pedagang  tersebut tidak diindahkan petugas terlebih saat ditunjukan bukti adanya tanda terima surat peringatan (SP3) yang telah dikirim sebanyak tiga kali dari Pemkot Depok terkait larangan dan siap dibongkar jika tidak dindahkan.

babat1

“Tolong lah Pak. Saya juga bayar uang keamanan dan kebersihan sebesar Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu/bulan ke oknum,” rajuknya yang berharap tidak dibongkar paksa karena kayu atau tempat jualannya masih dapat dipergunakan untuk membangun tempat usaha di tempat lain.

Sudah Diperingatkan

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto didampingi Kabidtranstibum Kusumo dan Kasie Trantibum Agus, mengatakan program penertiban sudah direncanakan sejak lama setelah pemilik lapak diberikan surat peringatan sampai tiga kali.

“Pihaknya sudah memberikan waktu toleransi cukup lama tapi tidak juga diindahkan,” ujarnya.

Puluhan petugas Satpol PP dipimpin Kabid Transtibum dan Panwal Satpol PP Kota Depok, Kusumo, langsung membongkar lapak dan bangunan liar serta membantu pemilik warung mengangkat barang dagangan dan membongkar tempat jualannya.

Dilokasi tersebut ada 45 unit bangunan liar dan lapak jualan yang ditertibkan karena mengganggu ketertiban umum dan berada dipinggir jalan atau jalur hijau pinggir rel kereta Jabodetabek.

Dari 45 unit bangli dan lapak pedagang sekitar 13 unit bangli dibongkar sendiri pemilik sisanya terpaksa dibongkar paksa petugas. (anton/M11/tri)